Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Ukhti, Sudah Sah-kah Shalatmu? Koreksi Disini!

Ukhti, Sudah Sah-kah Shalatmu? Koreksi Disini!

(937 Views) August 27, 2015 3:47 pm | Published by | Comments Off on Ukhti, Sudah Sah-kah Shalatmu? Koreksi Disini!

Sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a, artinya:

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah sholatnya. Apabila sholatnya baik, dia akan mendapat keberuntungan dan keselamatan. Apabila sholatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah tabaraka wa ta’ala mengatakan, ‘Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”

Jika kita mengingat kembali Rukun Islam, maka yang pertama adalah:

Mengucapkan dua kalimat syahadat, dan yang kedua adalah, Mendirikan shalat.

Rukun artinya wajib. Jika rukun kurang satu, maka sudah jelas orang tersebut belum tentu dikatakan sebagai orang Islam. Karena mengucapkan dua kalimat syahadat tanpa sholat tidak ada artinya. Begitu juga sebaliknya, seperti seseorang yang sholat tapi tidak mengucapkan dua kalimat sahadat, mereka tidak lebih dari ‘orang Nasrani yang melakukan shalat atau orang Majusi yang berwudhu.’ Tidak ada artinya!

Mari kita menyimak hadis yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi berikut ini, yang artinya:

“Perbedaan antara kita dengan mereka orang-orang kafir adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat maka ia telah kafir.”

Sedemikian penting sholat di dalam Islam sehingga dikategorikan sebagai salah satu rukun atau kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan.

Sejak kecil kita sudah dilatih dan diajarkan, baik oleh orang tua maupun guru untuk melakukan ibadah sholat. Namun seiring dengan berlalunya waktu, pelajaran-pelajaran yang kita dapatkan di waktu kecil terkikis dan sedikit-sedikit mulai terlupakan.

Yang teringat saat ini hanyalah beberapa ilmu saja mengenai shalat seperti: gerakannya, bacaannya, dan itu pun masih banyak diantara kita yang melakukan gerakan sholat yang kurang tepat, kemudian bacaan shalat pun makhrojnya masih acak-acakan.

Jika demikian masalahnya, kita akan bertanya, “Sudah Sah-kah Sholat Kita?”

Saat Anda membaca artikel ini, mungkin sebelumnya Anda sudah shalat tadi, dan jika anda ditanya “Apakah sholat Anda tadi Sah?” Sebagian dari anda mungkin akan menjawab “mungkin”, “gak tau ya…” atau “sholat saya sudah sah”. Jawaban “mungkin” adalah jawaban ragu-ragu karena jelas tidak mengetahui syarat sahnya shalat. Sedangkan Anda yang menjawab “Sah”, jika diminta untuk menyebutkan syarat sahnya shalat yang jumlahnya ada 9 itu, bisakah anda?! Jika tidak bisa, bagaimana kita akan mempertanggung jawabkan sholat di hadapan Allah kelak?

Syarat Sah Shalat

  • Islam
  • Berakal(orang gila/mabok tidak sah solatnya)
  • Tamyiz(bisa membedakan yang baik dan buruk)
  • Suci dari hadas (kecil dan hadas besar)
  • Suci pakaian dan tempat
  • Menutup aurat
  • Mengetahui waktu sholat (shalat sesuaiwaktunya)
  • Mengetahui arah kiblat (sholat wajib mengarah ke arah kiblat)
  • Mengetahui rukun shalat

Jika anda simak kembali salah satu syarat sahnya shalat adalah, mengetahui rukun shalat (diberi garis bawah).

Tahukah Anda rukun-rukun shalat?

Rukun shalat Jumlahnya ada 13. Jika kita tidak tahu, maka, dari kaca mata fiqh, sholat yang kita lakukan tidak sah (sia-sia). (masalah pahala dan diterima atau tidaknya sholat itu urusan Allah). Seperti ibadah lain termasuk puasa, banyak yang hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja karena tidak mengetahui rukun puasa, syarat puasa, serta larangannya.

Rukun Sholat

  • Niat(didalam hati, tidak dilafazkan)
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Mengucapkan Takbiratul Ihram(*pengharaman sholat)
  • Membaca surah Al-Fatihah(disetiap rakaat)
  • Rukuk (dengan tuma’ninah)
  • I’tidal(dengan tuma’ninah)
  • Sujud (dengan tuma’ninah)
  • Duduk diantara dua sujud (dengan tuma’ninah)
  • Duduk tasyahud akhir (dengan tuma’ninah)
  • Membaca Tasyahud Akhir
  • Membaca Shalawat kepada Nabi
  • Mengucapkan salam. *(penghalalan sholat)
  • Tertib

* pengharaman sholat: haram melakukan gerakan atau ucapan yang tidak ada kaitannya dengan sholat. Kecuali pada kasus tertentu seperti ada tamu, melangkah untuk membuka pintu, menggendong anak, menggaruk (ada aturannya), melangkah karena makmum lain, dll.

* penghalal sholat: setelah mengucapkan salam yang pertama (wajib), maka halal melakukan apapun diluar gerakan sholat jika tidak dilanjutkan dengan salam yang kedua. Salam yang kedua dalam sholat hukumnya sunnah haiat.

Tuma’ninah artinya tenang/diam sejenak, yang paling singkat dan pendek seperti membaca tasbih 1x (kali).

Rukun = wajib, apabila anda tidak mengerjakan satu diantara rukun shalat tersebut maka shalat anda tidak sah.

Jadi, jika kita sholat tanpa mengetahui syarat sahnya sholat, tanpa mengetahui rukun sholat, bisa dikatakan seperti kita makan tetapi tidak tahu apa yang kita makan.

Mungkin saja apa yang kita makan tersebut terlihat enak dan benar-benar merupakan makanan yang memang boleh dimakan. Namun sadarkah kita bahwa sebagian makanan tersebut (jika tidak tahu) mungkin bisa membuat kita mati atau keracunan, atau membuat tekanan darah tinggi naik dan berakibat fatal.

Sama halnya dengan shalat. Jika kita tidak mengetahui apa yang kita kerjakan, maka kita pun tidak bisa mengklaim bahwa diri kita sudah melakukan sholat yang sah.

Jadi, wahai ukhti yang solehah dan mengharap surga Allah, mari perbaiki diri dan muthola’ah (mengulang) kembali pelajaran-pelajaran kita yang telah lalu, agar ibadah kita tidak menjadi sia-sia dan hanya mendapatkan capek, karena Allah telah berfirman, yang artinya.

“Maka celakalah orang-orang sholat, yaitu orang-orang yang lalai dari sholatnya.” (QS. Al-Maun, 4-5)

Jika orang-orang yang sholat saja masih diancam, bagaimana dengan yang tidak sah sholatnya (sama dengan tidak sholat)?

Orang-orang yang lalai dalam shalat adalah orang-orang yang tidak khusuk, tidak mengetahui apa yang mereka ucapkan, benarkah makhrojnya? Benarkah panjang pendeknya bacaan? Tidak mengetahui apa yang dikerjakan, tidak mengetahui mana yang rukun atau wajib, tidak mengetahui mana sunnah haiat dan mana sunnah ab’ad.

Pentingnya Belajar Agama

Ukhti yang solehah, berhati-hatilah dalam mencari referensi dari internet karena tidak sedikit yang justru menyesatkan. Luangkan waktu dan sisihkan sedikit rezeki anda untuk membeli buku tuntunan sholat yang benar. Atau, alangkah baiknya jika anda belajar pada ustadz (‘ulama) karena merekalah pewaris Nabi S.A.W, dan jangan lupa belajar tentang ilmu fiqih. Karena Nabi S.A.W berpesan: “1 ahli fiqh lebih baik dari 1.000 ahli ibadah.”

“Belajar dari buku, ibarat meraba didalam gelap.” Terkadang persepsi kita “tentang gajah” bisa berbeda-beda jika mengetahui hanya dari meraba. Jadi, belajar kepada guru lebih utama agar jelas keseluruhannya.

Hati-hati! Jika anda tidak memiliki dasar yang kuat (jelas), berbagai referensi di internet bisa menyesatkan dan membuat anda menjadi bingung. Karena banyak ditulis oleh orang tidak berilmu atau orang yang sengaja ingin menyesatkan kita.

Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam bishowab.

Comment Closed: Ukhti, Sudah Sah-kah Shalatmu? Koreksi Disini!

Sorry, comment are closed for this post.