Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Keluarga » Tips Mengenalkan Agama Kepada Anak

Tips Mengenalkan Agama Kepada Anak

(765 Views) August 11, 2015 2:01 am | Published by | Comments Off on Tips Mengenalkan Agama Kepada Anak

Jika kita menyimak kembali hadis Nabi SAW yang mengatakan, “Setiap anak yang lahir, dilahirkan diatas fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani.”

Dengan menyimak hadist diatas, jelas bahwa orang tua memiliki peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak sejak usia dini. Bahkan pendidikan untuk mengenalkan agama kepada anak seharusnya dimulai sejak mereka bayi. Hal tersebut dilakukan untuk membiasakan anak menghidupkan cahaya iman didalam hati mereka.

Jika dimasa depan anak-anak tidak mengenal Allah, tidak memiliki agama, atau tidak mengangkat agama sebagai sesuatu yang penting, maka kemungkinan besar orang tua juga turut andil sebagai penyebabnya. Banyaknya kaum muslimin yang mengetahui dan sadar pentingnya beragama. Namun, karena kesibukan, tidak memiliki waktu untuk mendidik putra dan putri mereka menyebabkan pendidikan mengenal agama menjadi terbengkalai.

Tidak sedikit orang tua yang kemudian menyerahkan pendidikan anaknya pondok pesantren, madrasah, atau kepada seorang Ustadz. Dan yang lebih parah lagi, setelah orangtua menyerahkan pendidikan anak kepada orang lain, mereka kemudian tidak pernah melakukan evaluasi atau menguji sejauh mana pengetahuan anak atau penerapan ilmu yang telah dipelajari.

Dan kemudian pada akhirnya, tidak ada kontrol yang jelas dan berarti, sehingga menyebabkan anak-anak sering menyimpang, tidak memiliki fokus, tidak memiliki tujuan mempelajari agama yang pasti, dan masih banyak kelemahan-kelemahan lainnya yang akan anda temukan jika tidak memiliki kontrol terhadap pendidikan anak.

  • Kesalahan dalam mendidik

Beberapa contoh di atas tentu sedikit membuka mata hati kita dalam melihat fenomena yang ada saat ini. Tidak perlu sibuk mencari kesalahan orang lain, mari kita membuka diri dan melihat kepada diri sendiri serta keluarga yang ada di dalam rumah kita. Beberapa orang tua terkadang lebih sering memperkenalkan elektronik, membelikan anak anak mainan seperti mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu dan membuat anak-anak menjadi senang serta lupa belajar agama. Namun, sangat sedikit di antara orang tua yang mencoba mengajarkan anak-anak mereka cara bersyukur dan mengingat Allah pada saat mereka bergembira.

Tidak dipungkiri bahwa kebanyakan diantara kita hanya mencontohkan kepada anak mengingat Allah pada saat-saat tertentu saja, seperti, pada saat kesusahan, pada saat sempit, atau pada saat sedih. Namun, kita jarang mencontohkan anak-anak cara mengingat Allah saat kita senang.

Contoh tersebut kemudian akan membekas hingga anak-anak menjadi dewasa.

  • Akhir dari pendidikan

Kesalahan dalam mendidik selanjutnya adalah adanya adanya “akhir dari pendidikan itu sendiri”. Yang saya maksudkan adalah, pada saat kecil, anak-anak dianjurkan untuk mengaji dan dianjurkan untuk rajin berjamaah dimasjid. Seiring dengan berjalannya waktu, bertambahnya usia, dan bertambahnya jenjang pendidikan membuat anak-anak tidak lagi menyentuh Al-quran-nya, anak-anak tidak lagi bergegas untuk pergi ke masjid pada saat adzan berkumandang dan bahkan beberapa di antara mereka lupa terhadap shalat pada saat mereka sudah beranjak dewasa.

Fenomena tersebut biasanya terjadi karena banyak diantara kita yang secara tidak langsung mengajarkan anak bahwa, pendidikan hanya berlaku pada saat mereka kecil saja dan pada saat mereka sudah besar, mereka mendapatkan kebebasan yang mereka inginkan. Kesalahan dalam mendidik ini kemudian jamak kita temukan di masyarakat kita dan menjadi sebuah kebiasaan yang buruk serta sulit untuk dihilangkan.

  • Pendidikan agama di keluarga

Mengenalkan agama kepada anak haruslah secara kontinyu, dimulai dari contoh yang diberikan Bapak dan Ibunya di rumah, agar kesadaran itu bisa terpatri dengan lebih dalam. Apabila anda adalah salah satu orang tua yang hanya memerintah saja tanpa memberikan contoh, maka kemungkinan berhasilnya hanya sekian persen saja. Jadi, jangan salahkan anak apabila ia dikemudian hari akan mengikuti metode pengajaran pendidikan agama serta contoh yang anda berikan saat ini.

  • Melatih anak mengenal agama

Diantara beberapa hal yang sangat penting untuk diajarkan kepada anak adalah, mengenal Allah, pandai mensyukuri nikmat mulai dari anggota badan yang mereka miliki, rezeki yang mereka dapatkan setiap hari, perasaan senang dan bahagia yang mereka dan lain-lain.

Ada banyak metode yang bisa diterapkan untuk mengajarkan anak-anak mengenal agama, mulai dari, membiasakan Anak berdoa sebelum tidur, berdoa bersama-sama sebelum makan, berdoa saat bangun tidur, shalat berjamaah di masjid, mengaji, setidaknya beberapa ayat setiap hari dan membiasakan menggunakan tangan kanan untuk hal-hal baik, dll.

Dan tentunya ada banyak metode-metode lain yang bisa kita gunakan untuk mengenalkan agama kepada anak sejak mereka masih bayi.

Semoga bermanfaat, Wallahu a’lam bishowab.

Comment Closed: Tips Mengenalkan Agama Kepada Anak

Sorry, comment are closed for this post.