Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Ternyata 8 Hal Ini Diperbolehkan Saat Kita Shalat

Ternyata 8 Hal Ini Diperbolehkan Saat Kita Shalat

(1174 Views) October 19, 2015 9:56 am | Published by | Comments Off on Ternyata 8 Hal Ini Diperbolehkan Saat Kita Shalat

Muslim man prays in mosquePernahkah Anda berada di situasi saat sedang shalat kemudian dikejutkan dengan suara bayi Anda yang menangis? Lantas apa yang Anda lakukan? Situasi tadi tentunya akan menganggu kekhusyuan Anda dalam melaksanakan shalat. Allah Ta’ala senantiasa memberikan kemudahan bagi kita dalam beribadah kepadaNya, termasuk dalam melakukan ibadah shalat ada hal-hal yang diperbolehkan untuk dilakukan dalam situasi-situasi tertentu.

Berikut 8 hal yang diperbolehkan saat kita sedang melaksanakan shalat berdasarkan hadist sahih.

1. Membetulkan bacaan imam. Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar: “Bahwa Nabi shalat, kemudian beliau membaca suatu ayat, lalu beliau salah dalam membaca ayat tersebut. Setelah selesai shalat beliau bersabda kepada Ubay, ‘Apakah kamu shalat bersama kami?’, Ia menjawab, ‘Ya’. Kemudian beliau bersabda ‘Apakah yang menghalangimu untuk membetulkan bacaanku’.” (HR. Abu Daud, Al-Hakim dan Ibnu Hibban. Shahih).

2. Bertasbih (bagi laki-laki) atau bertepuk tangan (bagi wanita) apabila terjadi sesuatu hal, seperti ingin menegur imam yang lupa atau membimbing orang yang buta dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Barangsiapa terjadi padanya sesuatu dalam shalat, maka hendaklah bertasbih, sedangkan bertepuk tangan hanya untuk perempuan saja.” (Muttafaq `alaih).

3. Membunuh ular, kalajengking dan sebagainya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah: “Bunuhlah kedua binatang yang hitam itu sekalipun dalam (keadaan) shalat, yaitu ular dan kalajengking.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, shahih).

4. Mendorong orang yang melintas di hadapannya ketika shalat. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:“Apabila salah seorang di antara kamu shalat menghadap ke arah sesuatu yang menjadi pembatas baginya dari manusia, kemudian ada yang mau melintas di hadapannya, maka hendaklah dia mendorongnya dan jika dia memaksa maka perangilah (cegahlah dengan keras). Sesungguhnya (perbuatannya) itu adalah (atas dorongan) setan.” (Muttafaq lalaih).

5. Membalas dengan isyarat apabila ada yang mengajak bicara atau ada yang memberi salam. Dasarnya ialah hadits Jabir bin Abdullah: Dari Jabir bin Abdullah, ia berkata, “Telah mengutusku Rasulullah sedang beliau pergi ke Bani Musthaliq. Kemudian beliau saya temui sedang shalat di atas untanya, maka saya pun berbicara kepadanya. Kemudian beliau memberi isyarat dengan tangannya. Saya berbicara lagi kepada beliau, kemudian beliau kembali memberi isyarat sedang saya mendengar beliau membaca sambil memberi isyarat dengan kepalanya. Ketika beliau selesai dari shalatnya beliau bersabda, ‘Apa yang kamu kerjakan dengan perintahku tadi? Sebenarnya tidak ada yang menghalangiku untuk bicara kecuali karena aku dalam keadaan shalat’.” (HR. Muslim)

Dari Ibnu Umar dari Shuhaib, ia berkata: “Aku telah melewati Rasulullah ketika beliau sedang shalat, maka aku beri salam kepadanya, beliau pun membalasnya dengan isyarat.” Berkata Ibnu Umar: “Aku tidak tahu terkecuali ia (Shuhaib) berkata dengan isyarat jari-jarinya.” (HR. Abu Daud, At-Tirmidzi, An-Nasai, dan selain mereka, hadits shahih)

Dari kedua hadist ini dapat diketahui isyarat bisa dengan tangan, anggukan kepala atau dengan jari.

6. Menggendong bayi ketika shalat. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah. Dari Abu Qatadah Al-Anshari berkata: “Aku melihat Nabi mengimami shalat sedangkan Umamah binti Abi Al-‘Ash, yaitu anak Zainab putri beliau berada di pundak beliau. Apabila beliau ruku’, beliau meletakkannya dan apabila beliau bangkit dari sujudnya beliau kembalikan lagi Umamah itu ke pundak beliau.” (HR. HR. Muslim).

7. Berjalan sedikit karna keperluan. Dalilnya adalah hadits Aisyah: Dari Aisyah , ia berkata, “Rasulullah sedang shalat di dalam rumah, sedangkan pintu tertutup, kemudian aku datang dan minta dibukakan pintu, beliau pun berjalan menuju pintu dan membukakannya untukku, kemudian beliau kembali ke tempat shalatnya. Dan terbayang bagiku bahwa pintu itu menghadap kiblat.” (HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan lainnya, hadits hasan).

8. Melakukan gerakan ringan, seperti membetulkan shaf dengan mendorong seseorang ke depan atau menariknya ke belakang, menggeser makmum dari kiri ke kanan, membetulkan pakaian, berdehem ketika perlu, menggaruk badan dengan tangan, atau meletakkan tangan ke mulut ketika menguap. Hal ini berdasarkan hadits berikut: Dari lbnu Abbas, ia berkata, “Aku pernah menginap di (rumah) bibiku, Maimunah, tiba-tiba Nabi bangun di waktu malam mendirikan shalat, maka aku pun ikut bangun, lalu aku ikut shalat bersama Nabi. Aku berdiri di samping kiri beliau, lalu beliau menarik kepalaku dan menempatkanku di sebelah kanannya.” (Muttafaq `alaih)

Dengan mengetahui hal-hal yang diperbolehkan dalam shalat ini Anda menjadi lebih tau bagaimana menghadapi situasi-situasi seperti di atas dan dapat menjadikan shalat Anda lebih khusyu.

Sumber: tigalandasanutama.wordpress.com

 

Comment Closed: Ternyata 8 Hal Ini Diperbolehkan Saat Kita Shalat

Sorry, comment are closed for this post.