Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Pengertian Dan Macam Perceraian Dalam Islam

Pengertian Dan Macam Perceraian Dalam Islam

(123 Views) May 15, 2017 7:46 am | Published by | Comments Off on Pengertian Dan Macam Perceraian Dalam Islam

Pernikahan adalah jalinan kasih sayang yang dianjurkan dalam agama Islam. Jalinan cinta lawan jenis yang halal akan memberikan berkah dalam kehidupan mereka di kemudian hari. Akan tetapi, pernikahan tentu saja tidak selalu berjalan mulus sesuai dengan perkiraan dan angan kita. Banyak pernikahan yang berakhir percuma karena suatu masalah. Sebagai agama yang sempurna, Islam mengatur banyak hal termasuk masalah pernikahan dan perkawinan yang bermasalah. Lantas, bagaimana perceraian dalam Islam? Perceraian dalam Islam merupakan hal yang diperbolehkan atau halal tetapi merupakan salah satu perbuatan yang dibenci oleh Allah SWT.

Macam talaq

Perceraian dalam Islam disebut juga dengan talak. Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hukum perceraian dalam Islam adalah boleh. Akan tetapi, Allah SWT tidak menyarankan setiap pernikahan diakhiri dengan perceraian. Islam membagi talak menjadi beberapa hal, seperti:

     Thalaq Raj’iy

Macam talaq yang pertama adalah thalaq Raj’iy. Talak ini merupakan jenis talaq yang diantara pasangan suami dan istri masih dimungkinkan untuk rujuk kembali. Kenapa mereka masih diperbolehkan untuk rujuk? Hal ini dikarenakan talaq ini baru terjadi satu hingga dua kali, sehingga ada dalil syar’i yang membolehkan mereka untuk rujuk.

     Thalaq Ba’in

Talaq kedua adalah thalaq Ba’in. Talaq ini adalah talaq yang diantara kedua pasangan suami istri tidak bisa diajak rujuk lagi. Hal ini dikarenakan suami sudah menjatuhkan talaq hingga tiga kali kepada istrinya. Pasangan suami istri ini bisa rujuk dengan syarat istri sudah menikah lagi dan bercerai dengan pasangannya yang baru.

Lafal dalam talaq

Selain beberapa macam yang sudah dibahas diawal, adapula pembagian lafal dalam talaq dalam hubungannya terhadap perceraian dalam Islam. Nah, beberapa lafal dalam talaq dibedakan menjadi dua hal, yakni:

Pertama adalah sharih atau lafal terang-terangan. Sesuai namanya, dalam hal ini suami mengatakan dengan kalimat jelas terkait talaq. Meskipun si suami tidak bermaksud untuk menceraikan istrinya, tetapi hal semacam ini sudah termasuk talaq.

Kedua adalah kinayah atau sindirian. Pembagian talaq ini sedikit berbeda dengan yang pertama. Lafal talaq yang kedua tidak di ucapkan secara terang-terangan tetapi melalui hal lain yang dapat membuatnya sampai ke telinga istrinya.

Terkait hukum talaq

Di beberapa poin diatas, kita sudah membahas bahwa secara umum, hukum perceraian dalam Islam atau talaq adalah diperbolehkan oleh Allah SWT walaupun merupakan salah satu hal yang sangat dibenci sehingga sebaiknya tidak di lakukan. Akan tetapi, ada beberapa rincian hukum yang lebih jelas mengenai talaq ini yang sebaiknya kita ketahui. Apa saja hukum pembagian hukum talaq ini?

Talaq dikenai hukum makruh. Hukum ini merupakan hukum dasar talaq, sebagaimana telah disinggung sebelumnya. Akan tetapi, makruh disini bukan berarti setiap orang dapat menceraikan istrinya dengan mudah.

Hukum talaq yang kedua adalah sunnah. Pada hukum yang ini, seorang suami mendapatkan level sunnah untuk menceraikan istrinya apabila ia sudah tidak sanggup lagi untuk membayar kewajibannya dalam artian memberikan nafkah kepada istrinya. Selain itu, suami dihukumi sunnah untuk menceraikan istrinya ketika istrinya tidak bisa lagi menjaga kehormatan atas dirinya.

Selain kedua hukum diatas, talaq juga dapat dihukumi wajib. Mengapa demikian? Hal ini dikarenakan adanya perselisihan diantara sumai dan istrinya dan perselisihan tidak memberikan solusi untuk rujuk.

Nah, perceraian dalam Islam dihukumi haram ketika suami menceraikan istri dalam keadaan haid.

perceraian dalam Islam merupakan sesuatu yang diperbolehkan. Akan tetapi, hal ini merupakan sesuatu yang dibenci oleh Allah SWT.

 

Comment Closed: Pengertian Dan Macam Perceraian Dalam Islam

Sorry, comment are closed for this post.