Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Parfum dan Wanita Muslimah

Parfum dan Wanita Muslimah

(221 Views) March 1, 2017 7:33 am | Published by | Comments Off on Parfum dan Wanita Muslimah

Wanita identik dengan kecantikan, sampai-sampai para seniman menganggap kehadiran wanita menjadi sumber inspirasi akibat keindahannya yang tak ada habisnya. Wanita sendiri –baik muslimah atau non muslimah- selalu berusaha tampil sebaik mungkin di depan orang banyak. Kecenderungannya menyukai pujian membuat para sahabat muslimah berusaha merawat tubuh demi tampilan yang menarik di mata orang banyak.

Mulai dari olesan lipstick hingga vitamin rambut, semua perusahaan kecantikan tak pernah bangkrut atau kehabisan pelanggan. Jumlah wanita yang ingin dipuja semakin hari semakin bertambah saja. Malah saat ini bisnis yang memanfaatkan sifat dasar wanita tersebut bukan hanya bisnis alat kecantikan, tetapi juga bisnis telekomunikasi dan elektronika.

Sudah banyak para pengembang smartphone yang berusaha memaksimalkan kamera ponselnya agar lebih laris di pasaran. Fitur memperputih kulit, memancungkan hidung hingga membuat mata yang indah didapatkan wanita hanya dalam sekali sentuhan. Namun yang sampai sekarang belum dapat difasilitasi oleh pengembang adalah bau harum tubuh yang disediakan oleh aplikasi editing foto.

Peran parfum dengan perempuan tidak terpisahkan. Seorang perempuan harus selalu nampak bersih dan anggun. Salah satu caranya yaitu dengan membubuhi parfum ke badan agar bau tubuh yang mungkin keluar berubah menjadi harum. Sehingga tidak memalukan apabila wanita berkeringat di tengah orang banyak. Bau tubuh ketika berkeringat akibat aktivitas dipercaya menambah keseksian seorang wanita.

Terlepas dari muslim atau tidak, banyak wanita yang merasa tidak percaya diri keluar rumah dalam waktu lama tanpa menambahkan parfum ke tubuh. Apalagi jika aktivitasnya menguras banyak tenaga dan menghasilkan keringat. Sebagai perempuan muda, kita selalu ingin tampil sempurna tanpa ada orang yang mengejek bau tubuh atau cacat penampilan yang lain.

Lalu bagaimana sebenarnya Islam menyikapi kebiasaan para wanita yang selalu ingin tampil sempurna dengan parfum ?. Boleh saja keluar rumah tanpa riasan tebal, tapi tidak bisa keluar selangkah saja tanpa parfum di tubuh. Bagaimana pun juga, parfum dapat meningkatkan rasa percaya diri pada perempuan. Untuk lebih jelasnya, kita akan membahas mengenai parfum dan wanita dalam kacamata Islam.

  • Dilarang Ikut Shalat

Ini bukan hanya tentang pendapat laki-laki terhadap perempuan yang memakai wewangian. Tetapi juga tentang sabda Rasulullah SAW sebagai berikut : “Siapa saja perempuan yang memakai harum-haruman (parfum) maka janganlah ia menghadiri shalat isya (dimasjid) bersama kami” {Shahih riwayat Imam Ahmad,Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i dari jalan Abu Hurairah, juga lihat kitab Ash-shahihah hadits no.1094)

Bukan hanya hadits yang menceritakan perempuan berparfum yang ingin shalat isya’ bersama Nabi. Ada banyak hadits lain yang menceritakan pelarangan memakai wewangian ketika hendak menghadap Allah SWT. Wanita memang berbeda dengan lelaki. Harum tubuh wanita berbeda dengan wangi dari badan pria yang memang disunnahkan dipakai saat akan beribadah.

Dari Abu hurairah : “Bahwa seorang wanita berpapasan dengannya dan bau wewangian (parfum) menerpanya.Maka Abu Hurairah berkata:”Wahai hamba Allah! apakah kamu hendak kemasjid?”ia menjawab:”Ya!” Abu Hurairah kemudian berkata lagi:”Pulanglah saja, lalu mandilah! karena sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam bersabda:”Jika seorang wanita keluar menuju masjid sedangkan bau wewangiannya menghembus maka Allah tidak menerima shalatnya, sehingga ia pulang lagi menuju rumahnya lalu mandi (baru kemudian shalat kemasjid” (Hadits shahih, dikeluarkan oleh Al-baihaqi (III/133 dan 246) lihat silsilah Hadits Shahihah Syaikh Albani 3/1031).

Tidak diterimanya shalat sahabat muslimah yang memakai wewangian dimuat pula dalam hadits berikut ini. “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi kemudian keluar ke masjid niscaya tidak diterima shalatnya sehingga ia mandi dahulu (membersihkan dirinya dari wangi-wangian tersebut) ” (Shahih riwayatb Ibnu Majah dari jalan Abu Hurairah).

                   Ketiga hadits yang muatannya hampir sama di atas berlaku secara universal. Maksudnya tidak dikecualikan karena hadits di atas menceritakan keadaan shalat isya’ lalu kita seenaknya berparfum di masjid saat shalat yang lain. Posisi shalat isya’ memang cukup rawan mengundang fitnah bagi seorang wanita. Kondisi malam yang amat gelap dan sepi di mayoritas daerah dapat mengundang laki-laki yang birahinya terpancing bau harum dari parfum yang dipakai si wanita muslimah.

                   Karena keadaan-keadaan semacam itulah, para wanita muslimah dilarang menggunakan wewangian di masjid. Takutnya keharuman tubuhnya bukan menambah khusyuk ibadah shalat. Justru menggoda laki-laki yang hendak shalat dengan khusyuk.                Terlebih bila wanita yang memakai parfum tergolong cantik di atas rata-rata. Selain melarang wanita dengan parfum di masjid, ada hadits lain yang menerangkan wanita berparfum.

Abu Musa Al-Asyari ra pernah memberitahukan suatu hadits yang dikutip dari sabda Rasulullah SAW : “Siapa saja perempuan yang memakai minyak wangi, kemudian ia keluar lalu ia melewati suatu kaum (orang banyak) supaya mereka mendapati (mencium )baunya , maka dia itu adalah perempuan zina /tuna susila”(Hadits ini hasan shahih diriwayatkan Imam Ahmad(4/414),Abu Dawud(4173),Tirmidzi(2786),An-Nasa’i(8/153)).

Kita tidak pernah tahu kapan laki-laki berusaha menahan hawa nafsunya yang tidak sengaja bangkit karena melihat penampilan seorang wanita. Syahwat ini dapat juga bangkit mendadak setelah seorang lelaki mencium keharuman tubuh wanita dan menganggap bau tubuhnya seksi. Al-Alamah Al-Mubarakafuri Rahimahullah pernah membahasnya dalam suatu hadits berikut.

Yang demikian itu disebut berzina karena wangi-wangian yang dikenakan wanita dapat membangkitkan syahwat laki-laki dan menarik perhatian mereka. Laki-laki yang melihatnya berarti telah berzina dengan mata dan dengan demikian wanita itu telah melakukan perbuatan dosa.” (30 larangan Wanita 30-31).

Syaikh Al Albani menjadi penguat dari hadits-hadits yang sudah dipaparkan di atas. Jika hal itu (memakai wewangian ) saja diharamkan bagi wanita yang hendak keluar masjid, lalu apa hukumnya bagi yang hendak menuju pasar, atau tempat keramaian lainnya?? tidak diragukan lagi bahwa hal ini jauh lebih haram dan lebih besar dosanya.AlHaitsami dalam kitabnya Az-Zawajir (2/37) menyebutkan bahwa keluarnya seorang wanita dari rumahnya dengan memakai harum-haruman dan berhias adalah termasuk perbuatan dosa besar, meskipun suaminya mengijinkannya.(Jilbab Wanita muslimah 143).

Mungkin sahabat muslimah sekalian merasa tidak percaya diri beraktivitas di luar rumah tanpa parfum karena sadar dengan bau tubuh yang alami. Sebenarnya jika memang berniat menghilangkan bau badan, masih banyak jalan tanpa parfum. Bukankah parfum hanya mengharumkan tubuh dalam jangka waktu tertentu ?. Bisa jadi baunya menempel di pakaian, walau kemungkinan memang dioleskan di tubuh kita.

Rajin mengonsumsi jamu-jamu tradisional, memanfaatkan gula batu, bedak tabur, dan deodoran-deodoran lain yang tidak termasuk parfum adalah jalan lain menghilangkan bau badan kita. Semoga kita tetap diberi keistiqomahan menjalankan perintah-perintahNya.

Comment Closed: Parfum dan Wanita Muslimah

Sorry, comment are closed for this post.