Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Orang Yang Berbuat Dosa Wajib Dinasehati, Bukan Diejek

Orang Yang Berbuat Dosa Wajib Dinasehati, Bukan Diejek

(469 Views) April 11, 2016 5:08 pm | Published by | Comments Off on Orang Yang Berbuat Dosa Wajib Dinasehati, Bukan Diejek

“Astagfirullah, mau jadi apa itu anak masih kecil sudah berzina. Untung saja anak saya baik-baik semua. Jadi tidak mungkin melakukan dosa besar seperti itu. Tidak seperti dia yang urakan dan pergi dengan banyak pria.”

Tanpa disadari mungkin kita pernah terucap atau sekedar merasa diri ini lebih suci dari orang lain dan meremehkan orang yang telah melakukan suatu dosa. Diri menjadi sombong merasa lebih baik dari orang lain.

Dari Mu’adz bin Jabal, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ

“Siapa yang menjelek-jelekkan saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati kecuali mengamalkan dosa tersebut.” (HR. Tirmidzi no. 2505. Syaikh Al-Albani berkata bahwa hadits ini maudhu’). Imam Ahmad menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah dosa yang telah ditaubati.

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata,

وَكُلُّ مَعْصِيَةٍ عُيِّرَتْ بِهَا أَخَاكَ فَهِيَ إِلَيْكَ يَحْتَمِلُ أَنْ يُرِيْدَ بِهِ أَنَّهَا صَائِرَةٌ إِلَيْكَ وَلاَ بُدَّ أَنْ تَعْمَلَهَا

“Setiap maksiat yang dijelek-jelekkan pada saudaramu, maka itu akan kembali padamu. Maksudnya, engkau bisa dipastikan melakukan dosa tersebut.” (Madarijus Salikin, 1: 176)

Hadits di atas bukan maknanya adalah dilarang mengingkari kemungkaran. Ta’yir (menjelek-jelekkan) yang disebutkan dalam hadits berbeda dengan mengingkari kemungkaran. Karena menjelek-jelekkan mengandung kesombongan (meremehkan orang lain) dan merasa diri telah bersih dari dosa. Sedangkan mengingkari kemungkaran dilakukan lillahi Ta’ala, ikhlas karena Allah, bukan karena kesombongan. Lihat Al-‘Urf Asy-Syadzi Syarh Sunan At-Tirmidzi oleh Muhammad Anwar Syah Ibnu Mu’azhom Syah Al-Kasymiri.

Saling menasehati sesama muslim adalah baik, namun bukan berarti boleh menjelek-jelekkan. Menasihat berarti ingin orang lain jadi baik. Kalau menjelek-jelekkan ada unsur kesombongan dan merasa diri lebih baik dari orang lain. Padahal Allah sangat membenci orang-orang yang berlajan di atas bumiNya dengan sombong.

Sumber: Rumaysho

Categorised in:

Comment Closed: Orang Yang Berbuat Dosa Wajib Dinasehati, Bukan Diejek

Sorry, comment are closed for this post.