Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 2]

Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 2]

(1675 Views) August 11, 2015 2:52 pm | Published by | Comments Off on Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 2]

Melanjutkan topik Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi Bagian 1. Sekarang memasuki bagian 2. Dan berikut adalah beberapa alasan mengapa para wanita harus berpendidikan

  • Wanita dan pendidikan

Seperti hadis yang telah anda baca sebelumnya bahwa, laki-laki maupun wanita wajib untuk menuntut ilmu, itu artinya bahwa wanita secara khusus juga wajib memiliki pendidikan agama serta pengetahuan umum.

Ada banyak hal penting yang mewajibkan seorang wanita berpendidikan tinggi di antaranya adalah, untuk dirinya sendiri serta untuk mendidik anak-anaknya kelak.

Pendidikan di rumah untuk anak-anak memang merupakan tanggung jawab seorang suami, namun istri juga memiliki peranan yang sangat penting. Karena, dengan para Ibu lah anak-anak tumbuh dan besar. Dan sebagian besar anak-anak pasti menghabiskan lebih banyak waktunya dengan Ibu. Apabila Ibu tidak memiliki pendidikan yang baik, sudah bisa dipastikan bahwa anaknya pun akan kesulitan untuk mendapatkan pendidikan yang baik.

Jika sebagian dari wanita tidak memiliki pendidikan yang baik dan kemudian menyerahkan pendidikan anaknya kepada pembantu, atau kepada ustadz atau kepada kyai, atau kepada guru, terkadang hal tersebut belum cukup.

Satu contoh kecil, apabila anda pernah belajar misalnya di Madrasah atau di sekolah-sekolah yang mengajarkan pendidikan agama, seberapa besarkah yang anda ingat hingga saat ini? Apabila sebagian besarnya anda lupakan, maka kemungkinan besar anak juga akan memiliki masalah yang sama disaat mereka dewasa kelak. Jadi, walaupun anda memberikan dan menyerahkan pendidikan kepada sekolah, maupun madrasah, atau pondok pesantren, ada baiknya orang tua juga terus melakukan evaluasi dan memberikan contoh kepada anak bagaimana belajar hingga dewasa.

  • Pendidikan anak

Sebuah hadis lain yang artinya, “barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia, maka wajib baginya memiliki ilmu. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barangsiapa menghendaki keduanya, maka wajib baginya memiliki ilmu”.

Hadis tersebut memberikan kita gambaran yang sungguh luar biasa dan menohok. Dengan tegas hadis tersebut mengatakan bahwa, apapun yang akan kita lakukan baik itu untuk dunia maupun untuk akhirat semuanya harus dengan ilmu. Lalu, adakah ibadah yang dilakukan tanpa ilmu?

Satu contoh kecil, “makan”. Banyak diantara kita mengatakan bahwa makan adalah suatu kebutuhan. dan hanya sedikit diantara kita yang akan mengatakan bahwa makan adalah ibadah. Bagi orang yang tidak berilmu, makan adalah kebutuhan dan hanya berhenti hingga disana. Sedangkan bagi orang yang berilmu, makan adalah ibadah di samping sebuah kebutuhan. Lalu bagaimana makan bisa menjadi sebuah ibadah? Makan yang diawali dengan mengucapkan nama Allah adalah sebuah kebutuhan. Sedangkan makanan dengan niat untuk menguatkan badan dalam beribadah merupakan “pahala”.

  • Pendidikan yang utama

Seperti telah disampaikan diatas, bahwa pendidikan agama merupakan yang paling utama. Salah satunya adalah sholat. Karena ini adalah satu perkara yang akan dihisab untuk pertama kalinya.

Jika kita boleh bertanya kembali, Apakah kita mengajarkan anak-anak kita sholat dengan baik dan benar? Mungkin sebagian anda akan menjawab bahwa anda tidak mengajarkan anak-anak anda sholat melainkan hanya memerintahkannya saja. Dan, sebagian dari anda mungkin akan menjawab bahwa, anda mengajarkan anak-anak anda sholat dan tata caranya. Lalu, pertanyaan lain tercetus kembali, sudah tepatkah pendidikan shalat yang anda berikan? Jika anda menjawab “sudah”, maka anda akan menemukan pertanyaan berikut ini.

Dari siapa anda mendapatkan pelajaran sholat yang anda praktekkan sekarang? Dari guru atau hanya ikut-ikutan? Sudah sahkah shalat yang anda lakukan? Jika anda menjawab “sudah”, maka pertanyaannya selanjutnya adalah, ada berapa syarat sahnya sholat??? Mungkin sebagian besar dari anda tidak bisa menjawabnya bukan. Apalagi jika diminta untuk menyebutkan satu persatu syarat sahnya shalat.

Itulah gambaran yang akan terjadi pada anak anda. Jadi, wanita yang lebih dekat dengan anak wajib berpendidikan tinggi agar ia dan anaknya tetap berada di jalan yang lurus dan melakukan ibadah dengan benar dengan ilmu agar semua yang dilakukan tidak sia-sia.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab.

Incoming search terms:

Comment Closed: Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 2]

Sorry, comment are closed for this post.