Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 1]

Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 1]

(678 Views) August 11, 2015 2:50 pm | Published by | Comments Off on Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 1]

Mungkin anda pernah membaca tulisan yang mengatakan “untuk apa perempuan sekolah tinggi-tinggi, kalo ujung-ujungnya cuma didapur, masak, ngepel, nyuci baju dan ngurus anak?” atau yang mirip-mirip dengan itu. Pernahkah anda sadari bahwa, sebagian besar waktu yang dihabiskan oleh anak adalah bersama Ibu dirumah? Ibu bisa mempengaruhi kepribadian seorang anak, Ibu bisa menjadi tolak ukur pendidikan anak. Dan bahkan Ibu juga berperan penting dalam menjadikan anak itu muslim yang baik atau tidak. Jika anda hanya ngepel, nyuci dan masak di rumah, maka anda tidak lebih dari seorang pembantu yang berstatus istri, atau jika anda bersantai karena sudah ada pembantu, maka anda tidak lebih dari patung yang berjalan :-p. Jadi, mengapa tidak menjadikan diri anda berpendidikan tinggi, dan ubahlah dunia menjadi lebih baik dengan ilmu yang ditularkan kepada anak?!

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah berbunyi “menuntut ilmu wajib atas setiap muslim”. Menegaskan bahwa setiap kaum muslimin baik itu wanita maupun laki-laki, berusia muda atau sudah tua, semuanya wajib menuntut ilmu. Hal tersebut semakin dipertegas dengan hadis riwayat Ibnu Abdil Barr berikut ini. “mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslimin dan muslimah,” dan “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.”

Rasanya, ketiga hadist diatas sudah cukup mewakili tentang pentingnya menuntut ilmu. Karena segala sesuatu yang dikerjakan tanpa ilmu bisa menjadikan perbuatan tersebut sia-sia atau bahkan menjadi perbuatan yang sesat.

  • Pendidikan agama

Lalu jika kita bertanya, pendidikan apakah kiranya yang paling penting dan utama? Maka jawabannya sudah pasti itu adalah pendidikan agama. Lalu seberapa banyak waktu yang kita luangkan untuk belajar agama? Mungkin diantara kita banyak yang belajar agama namun hanya meluangkan waktu sepersekian jam setiap hari, atau hanya 2 – 3 jam dalam seminggu, atau bahkan dalam sebulan. Atau mungkin, tidak sedikit dari kita yang akan menjawab bahwa, sebagian dari kita sudah banyak menghabiskan waktu untuk belajar agama pada saat kecil dulu.

Lalu, apa yang kita lakukan dan pelajari saat ini? Apakah kita masih mengingat pelajaran-pelajaran yang diberikan pada saat kita kecil dahulu? Saya yakin bahwa sebagian dari kita hanya dapat mengingat sebagian kecilnya saja. Itulah kenyataan, dan itulah gambaran dari pendidikan yang kita dapatkan semasa hidup kita. Lalu siapakah yang sebenarnya bertanggung jawab terhadap pendidikan kita tersebut?

Sudah pasti jawabannya yang pertama adalah orang tua dan kemudian barulah diri anda sendiri. Saya yakin juga bahwa banyak di antara kita yang percaya dan meyakini bahwa pendidikan modern lebih baik dibandingkan dengan pendidikan-pendidikan dengan metode kuno. Sebagian memang ada benarnya, namun, tahukah anda bahwa pendidikan zaman dahulu juga tidak kalah dengan pendidikan modern. Buktinya, orang-orang yang memimpin kita saat ini seperti Kiai dan Ulama serta para pemimpin yang duduk di pemerintahan juga merupakan hasil dari pendidikan zaman dahulu bukan?! Jadi sebenarnya pendidikan zaman dahulu tidaklah buruk seperti yang kita sangkakan.

Bersambung, ke Mengapa wanita harus berpendidikan tinggi bagian 2.

Semoga bermanfaat.

Comment Closed: Mengapa Wanita Wajib Berpendidikan Tinggi? [Bagian 1]

Sorry, comment are closed for this post.