Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kisah » Renungan » Mengapa Jilbab Bisa Menyebabkan Seseorang Masuk Neraka?

Mengapa Jilbab Bisa Menyebabkan Seseorang Masuk Neraka?

(1121 Views) August 14, 2015 3:37 pm | Published by | Comments Off on Mengapa Jilbab Bisa Menyebabkan Seseorang Masuk Neraka?

Jilbab, sejatinya adalah pakaian yang disyariatkan oleh Agama Islam kepada setiap muslimah terutama yang sudah akil baligh atau sudah mengalami menstruasi sebagai penanda bahwa ia sudah tumbuh menjadi remaja.

Jilbab dikategorikan sebagai pakaian yang menutup aurat bagi wanita (hijab). Karena aurat wanita adalah kecuali, muka dan telapak tangan.

Mungkin anda sedikit bertanya-tanya mengapa jilbab bisa membuat seseorang masuk neraka? Bukankah jilbab seharusnya justru membuat seseorang bisa masuk ke dalam surga. Namun, melihat fenomena saat ini dan munculnya berbagai jenis jilbab yang tidak hanya dimanfaatkan untuk menjalankan syariat melainkan juga dimanfaatkan untuk bergaya dan memamerkan diri membuatnya menjadi tidak lagi layak dikatakan sebagai pemenuhan syariat.

Kita akan coba meminjam satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut yang artinya, “Allah tidak melihat pada hari kiamat nanti kepada orang yang menjulurkan kainnya (hingga melewati mata kaki) dengan sombong”.

Hadis tersebut membahas tentang pakaian yang sengaja dijulurkan untuk menunjukkan sebuah kesombongan. Walaupun niat adalah urusan orang yang berniat dengan Allah, dan bukan urusan orang yang melihatnya, namun hal tersebut tentunya harus kita bahas agar kita juga bisa menjaga diri dan terhindar dari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita ke dalam neraka.

Jika demikian, kita tentu bertanya-tanya, “lalu bagaimana dengan jilbab-jilbab modern saat ini?” Kebanyakan dari jilbab-jilbab tersebut tidak lebih dari benda-benda fashion agar si pemakai terlihat lebih modis?

Namun sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita juga menyimak hadits berikut ini yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Tirmidzi.

Yang artinya: “Seseorang yang didalam hatinya masih terdapat rasa takabur walau hanya seberat biji sawi dia tidak akan berhak masuk surga.” Ada seseorang lelaki yang berkata “Ya Rasulullah, lalu bagaimana halnya dengan seseorang yang suka memakai pakaian bagus dan sepatu bagus?” Jawab Rasul “Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang bagus, dan cinta kepada segala kebagusan. Sedang yang dinamakan takabur adalah mengingkari kebenaran serta sombong terhadap sesama manusia.”

Setelah kita mendengar dan membandingkan kedua hadits diatas, maka kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa niat saat berpakaian merupakan penentu apakah jilbab yang kita kenakan tersebut, entah itu yang sederhana, yang bagus, dan mahal akan membawa kita lebih dekat kepada surga atau neraka.

Namun, ada satu hadits lagi yang perlu kita simak dengan lebih teliti karena disinilah penentuan mengapa seseorang yang berjilbab bisa dikategorikan sebagai ahli neraka.

Artinya “ada dua golongan penduduk neraka yang belum Aku lihat keduanya yaitu, kaum yang membawa cemeti seperti ekor sapi untuk mencambuk manusia dan perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk unta yang berlenggak-lenggok. Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu (jarak yang sangat jauh).” hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim.

Beberapa kesimpulan bisa kita ambil dari hadits ini diantaranya adalah, jika rambut saja yang terlihat menonjol dan bisa dibayangkan dari luar dapat menyebabkan seseorang masuk neraka, lalu bagaimana dengan jilbab yang tidak dijulurkan hingga menutupi lekuk-lekuk tubuh atau jilbab yang tampak lebar dan besar namun terbuat dari kain yang lemas dan mudah jatuh seperti kain jersey menyebabkan terlihatnya bentuk payudara dengan jelas sehingga orang yang memandangnya pun bisa membayangkannya dengan mudah, atau jilbab yang transparant sehingga tampak semua yang seharusnya ditutupi.

Dengan demikian, wahai ukhti yang memakai jilbab, ada baiknya kita selalu berhati-hati baik dalam memilih bentuk jilbab agar tidak terbesit di hati anda rasa sombong, berhati-hatilah dalam memilih kain jilbab dan berhati-hatilah dalam memilih bros, karena mungkin dari sanalah niat menjadi tidak lurus, serta berhati-hatilah saat berkreasi dengan jilbab, mungkin saja niat anda melakukannya agar dipuji dan dipandang lebih cantik dari wanita lainnya. Luruskanlah niat “hanya karena Allah.”

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab.

Comment Closed: Mengapa Jilbab Bisa Menyebabkan Seseorang Masuk Neraka?

Sorry, comment are closed for this post.