Menu Click to open Menus
Home » Kisah » Meneladani Kisah Maryam Dalam Menjaga Kesuciannya

Meneladani Kisah Maryam Dalam Menjaga Kesuciannya

(1063 Views) January 2, 2016 10:12 am | Published by | Comments Off on Meneladani Kisah Maryam Dalam Menjaga Kesuciannya

Photo of white flowers gardenKetika ditanyakan siapa wanita Islam idolamu, mungkin sebagian besar dari kita akan menyebut Khadijah, Aisyah, atau Fatimah. Wanita-wanita tersebut memang wanita hebat kesayangan Rasulullah, bahkan Rasulullah pun menyebutnya pemuka wanita ahli surga. Namun ada satu lagi wanita shalehah yang disebut pemuka kaum wanita di surga, dia adalah Maryam.

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

سَيِّدَاتُ نِسَاءِ أَهْلِ الْجَنَّةِ أَرْبَعٌ: مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ، وَفَاطِمَةُ بِنْتُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَخَدِيجَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ، وَآسِيَةُ

“Pemuka wanita ahli surga ada empat: Maryam binti Imran, Fatimah binti Rasulullah ﷺ, Khadijah binti Khuwailid, dan Asiyah.” (HR. Hakim 4853).

Maryam selama ini dikenal dengan kesuciannya. Seperti yang Allah Ta’ala sebutkan dalam firmannya:

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, mensucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Ali Imran: 42).

Mari kita berkenalan lebih dekat dengan Maryam. Maryam adalah putri dari Imran, laki-laki shaleh dari Bani Israil. Ibunya Hannah binti Faqudz adalah wanita shalehah yang telah menyerahkan Maryam dari dalam kandungan untuk berkhidmad kepada Allah.

إِذْ قَالَتِ امْرَأَتُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي ۖ إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

(Ingatlah), ketika isteri ´Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (QS. Ali Imran: 35).

Pada saat Maryam masih di dalam kandungan, Imran ayah Maryam wafat. Sepeninggal Imran, Ibu Maryam pun berdoa agar anaknya tidak diganggu oleh setan. Sehingga saat Maryam dilahirkan, setan tidak diperkenankan untuk mengganggunya. Nabi ﷺ bersabda,

مَا مِنْ بَنِي آدَمَ مَوْلُودٌ إِلَّا يَمَسُّهُ الشَّيْطَانُ حِينَ يُولَدُ، فَيَسْتَهِلُّ صَارِخًا مِنْ مَسِّ الشَّيْطَانِ، غَيْرَ مَرْيَمَ وَابْنِهَا » ثُمَّ يَقُولُ أَبُو هُرَيْرَةَ: {وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }

“Setiap anak manusia pasti diganggu setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia teriak menangis, karena disentuh setan. Kecuali Maryam dan putranya.” (HR. Bukhari 4548 dan Muslim 2366).

Meskipun lahir dalam keadaan yatim, namun Maryam banyak dicintai ahli ibadah di Baitul Maqdis. Banyak orang yang ingin mengasuhnya. Namun karena kedekatan keluarga, Rasulullah Zakariyalah yang kemudian mengasuh Maryam.

Beranjak dewas Maryam menjadi wanita yang sangat menjaga kesuciannya. Sampai-sampai Allah Ta’ala pun memuji Maryam dalam salah satu firmannya.

مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ ۖ

“Al-Masih putera Maryam itu hanyalah seorang Rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar…” (QS. Al-Maidah: 75).

Sebagai wanita normal Maryam pun memiliki naluri dan ketertarikan terhadap laki-laki, namun Maryam tidak sembarangan berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Ia tidak menggoda laki-laki dan juga menjauhi godaan mereka. Dan wanita yang baik adalah yang menjaga diri untuk membuat laki-laki tergoda dan menjaga diri dari godaan laki-laki.

Pernah suatu ketika Jibril datang kepada Maryam. Datang dalam fisik laki-laki yang sempurna. Namun Maryam tetap menjaga dirinya. Allah Ta’ala berfirman,

فَاتَّخَذَتْ مِنْ دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَا إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا. قَالَتْ إِنِّي أَعُوذُ بِالرَّحْمَٰنِ مِنْكَ إِنْ كُنْتَ تَقِيًّا

“Maka ia mengadakan tabir (yang melindunginya) dari mereka; lalu Kami mengutus ruh Kami (Jibril) kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna. Maryam berkata: “Sesungguhnya aku berlindung dari padamu kepada Tuhan Yang Maha pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa”. (QS. Maryam: 17-18).

Melihat laki-laki yang sangat sempurna ketampanannya, Maryam tidak terkecoh dengan merendahkan dirinya mencoba menarik perhatian laki-laki tersebut. Ia malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki tersebut menjauh. Hingga akhirnya Jibril mengatakan,

قَالَ إِنَّمَا أَنَا رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَامًا زَكِيًّا

Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci”. (QS. Maryam: 19).

Barulah Maryam tahu bahwa laki-laki tersebut tidak bermaksud menggoda dan mengganggunya. Dan ia juga bisa menjaga diri darinya. Ternyata ia adalah malaikat yang Allah utus untuk menemuinya.

Di zaman sekarang, pergaulan pria wanita memang lebih terbuka. Tak jarang kita melihat para pria dan wanita saling memperlihatkan ketertarikannya secara terang-terangan, saling menggoda, kontak fisik, bahkan sampai mengubar syahwat. Oleh karena itu diperlukan prinsip yang kuat untuk membentengi kita dari dibutakan hawa nafsu. Semoga dari kisah tadi, kita bisa meneladani sikap Maryam untuk senantiasa menjaga kesucian dan kehormatan diri sebagai wanita.

Sumber: Kisahmuslim

 

Comment Closed: Meneladani Kisah Maryam Dalam Menjaga Kesuciannya

Sorry, comment are closed for this post.