Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Makna dan Faedah Hijab Serta Dalil-Dalilnya

Makna dan Faedah Hijab Serta Dalil-Dalilnya

(7105 Views) March 11, 2014 1:42 am | Published by | No comment

Hijab berarti seorang wanita menutup badannya dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana firman Allah Swt,

Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang terbiasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putraputra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam.” (QS. an-Nuur: 31)

Dalam firman-Nya yang lain,

Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. al-Ahzaab: 53)

Makna dan Faedah Hijab Serta Dalil-Dalilnya

Yang dimaksud dengan hijab adalah sesuatu yang mampu menutupi badan; baik berupa tembok, pintu atau kain. Meskipun konteks ayat tersebut ditujukan kepada istri-istri Nabi, namun berlaku pula untuk semua wanita beriman. Karena Allah memberikan alasan hijab dalam firman-Nya, “Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. al-Ahzaab: 53). Sementara alasan tersebut bersifat umum bagi setiap wanita. Maka yang demikian itu menunjukkan keumuman hukum hijab. Allah juga berfirman,

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang Mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya.” (QS. al-Ahzaab: 59)

Ibnu Taimiyah dalam Majmu’ Fatawa, 22/110-111, mengatakan bahwa jilbab adalah penutup. Menurut Ibnu Mas’ud disebut dengan selendang, atau dikenal oleh banyak orang dengan istilah abaya. Maka jilbab adalah kain besar yang menutup kepala dan seluruh tubuh. Abu Ubaidah dan yang lainnya telah meriwayatkan bahwa wanita harus menjulurkan jilbab dari arah kepala dan tidak menampakkan kecuali matanya, dalam istilah lain disebut dengan niqab.

Di antara sunnah yang mewajibakan wanita menutup wajah dari selain mahram adalah hadist Aisyah bahwa ia berkata, “Jika sekelompok kaum laki-laki melewati kami sementara kami sedang ihram bersama Rasulullah, ketika mereka berpapasan dengan kami, maka di antara kita menjulurkan jilbabnya dari kepala untuk menutupi mukanya. Dan apabila mereka telah lewat kami kembali membukanya.”

Dalil-dalil yang mengharuskan wanita menutup wajah sangat banyak. Kami sarankan anda membaca kitab Hijabul Mar’ah wa Libasuha fish Shalah, karya Ibnu Taimiyah. Hukmus Sufur wal Hijab, karya Syaikh bin Baz, Risalah ash-Sharimul Masyhur ‘alal Maftunina bis Sufur, karya Syaikh Hamud at-Tuwaijiri dan Risalah Hijab, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin. Kitab-kitab diatas cukup jelas untuk mendudukan masalah hukum menutup wajah.

Ketahuilah, wahai wanita Muslimah! Para ulama yang membolehkan membuka wajah meskipun pendapat itu lemah, namun mereka membatasi dengan syarat aman dari fitnah. Padahal, fitnah bisa muncul kapan saja, terutama zaman sekarang pada saat nilai agama mulai lemah dan rasa malu mulai menipis dari kaum laki-laki maupun perempuan serta banyak dari para da’i yang mengajak kepada fitnah ditambah berbagai macam tata rias wajah yang mengundang fitnah, maka sangat tidak logis wanita membiarkan wajahnya terbuka.

Berhati-hatilah, wahai wanita Muslimah! Peliharalah hijabmu agar anda terjaga dari fitnah. Tidak ada seorang ulama pun yang membolehkan tindakan yang dilakukan oleh sebagian wanita yang terfitnah. Bahkan, sebagian wanita ada yang mengenakan hijab nifaq. Jika ia berada di lingkungan berhijab, ia mengenakan hijab. Namun jika berada di lingkungan yang tidak berhijab, ia pun melepas hijabnya. Sebagian wanita ada yang hanya berhijab pada tempat=tempat umum saja; ketika berada di tempat belanja atau di rumah sakit. Bertakwalah kepada Allah, wahai para wanita yang melakukan perbuatan seperti itu. Karena kita sering menyaksikan sebagian wanita yang hanya mengenakan hijab ketika hendak turun dari pesawat terbang saja, sehingga hijab hanya merupakan pakaian adat dan bukan pakaian syar’i.

Wahai wanita Muslimah, sesungguhnya hijab bisa menjagamu dari pandangan beracun yang keluar dari hati yang sakit, dan hijab mampu memaatahkan sengatan serta godaan setan. Maka berpegang teguhlah dengan pakaian syar’i, dan janganlah kita tergiur dengan propaganda sesat yang memerangi hijab atau menghina hijab sementara tidak menginginkan untukmu kecuali keburukan.

No comment for Makna dan Faedah Hijab Serta Dalil-Dalilnya

Leave a Reply

Your email address will not be published.