Menu Click to open Menus
Home » Ragam » Kesehatan » Makanan Pedas, Menyehatkan atau Berbahaya?

Makanan Pedas, Menyehatkan atau Berbahaya?

(551 Views) September 15, 2015 5:25 am | Published by | Comments Off on Makanan Pedas, Menyehatkan atau Berbahaya?

Sebagai orang Indonesia, kita pasti akrab dengan makanan pedas. Semua makanan khas Indonesia hampir mempunyai cita rasa pedas atau setidaknya ditambah sambal dalam penyajiannya. Seperti masakan padang, makanan jawa hingga makanan balipun kaya dengan cita rasa pedas yang ditawarkan. Namun hingga saat ini masih menjadi kontroversi apakah makanan pedas tersebut menyehatkan atau malah berbahaya bagi kesehatan? Berikut ulasannya.

Makanan pedas bisa didapatkan dari berbagai bahan seperti cabai, merica, lada dan lainnya. Cabai adalah bahan yang sering digunakan di Indonesia untuk mendapatkan cita rasa pedas. Cabai mengandung capsaisin yang bisa menstimulasi otak untuk memproduksi endorphin. Endorphin sendiri adalah hormon yang bisa membuat Anda merasa bahagia dan memicu mood yang baik. Selain itu endhorphin juga berguna untuk menghilangkan rasa sakit. Semakin kecil cabainya semakin pedas rasanya. Ini mengindikasikan juga capsaicin yang terkandung dalam cabai juga lebih banyak.

Selain endhorphin, cabai juga memiliki kadar vitamin C yang tinggi. Vitamin C ini adalah antioksidan yang baik dan bisa larut dalam air. Antioksidan memiliki banyak fungsi seperti menurunkan resiko kanker dan penuaan dini, merangsang pertumbuhan sel dan mencega katarak. Cabai juga mengandung banyak lagi zat yang bermanfaat seperti vitamin A, vitamin B kompleks, pottasium, mangan, zat besi dan megnesium. Kesemuanya itu sangat bermanfaat untuk menjaga kestabilan kesehatan tubuh. Maka dari sisi ini, cabai sangatlah berguna dan menyehatkan tubuh.

Namun, pernahkah Anda melihat atau bahkan mengalami sendiri bahwa setelah makan makanan pedas, Anda malah sakit perut, diare atau bahkan mual dan muntah. Hal ini kemungkinan bukan disebabkan karena konsumsi makanan pedas berlebihan. Ini karena pada dasarnya kemampuan manusia untuk mengkonsumsi makanan pedas berbeda-beda. Ada yang bisa bertahan dengan konsumsi 10 cabai namun ada juga yang hanya bertahan hingga 2 cabai saja.

Pada penderita maag bahkan dianjurkan untuk berhati-hati dalam megkonsumsi makanan pedas. Pasalnya dengan konsumsi makanan pedas yang berlebihan, produksi asam lambung meningkat dan dapat memgakibatkan tumbuhnya tukak pada lambung. Namun sebenarnya cabai bukanlah satu-satunya penyebab tukak tersebut. Infeksi kuman, pemakaian obat-obatan, stress atau penurunan aliran darah pada lambung bisa saja menjadi penyebab pembentukan tukak tersebut.

Nah, jadi jelas bahwa cabai merupakan bahan makanan yang kaya akan vitamin yang berguna bagi tubuh. Konsumsi cabai tidak hanya menjaga stabilitas fungsi organ tubuh namun juga meningkatkan mood dan memicu rasa bahagia yang baik. Namun makanan pedas sendiri juga memiliki dampak yang tidak baik, apalagi untuk penderita maag. Anda sebenarnya hanya perlu untuk memeriksa dan memahami ketahanan diri Anda untuk mengkonsumsi makanan pedas ini. Dengan demikian, Anda tidak akan terkena dampak buruk dari makanan pedas tersebut yang membahayakan diri melainkan menutrisi tubuh agar tetap sehat dengan makan pedas.

Comment Closed: Makanan Pedas, Menyehatkan atau Berbahaya?

Sorry, comment are closed for this post.