Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Kisah Lelaki Yang Lamarannya Ditolak Lebih Dari 18 Kali

Kisah Lelaki Yang Lamarannya Ditolak Lebih Dari 18 Kali

(508 Views) April 19, 2016 4:23 pm | Published by | Comments Off on Kisah Lelaki Yang Lamarannya Ditolak Lebih Dari 18 Kali
man broken heart

Sumber; Soulmagazine.org

Sebagai seorang muslim tentu kita meyakini jodoh sudah ditentukan oleh Allah. Namun terkadang kita lupa dan menjadi ‘galau’ ketika kita belum juga bertemu jodoh di usia yang matang untuk menikah.  Perasaan sedih dan lelah kerap menghampiri di masa penantian jodoh, terlebih apabila Anda harus menghadapi beberapa kegagalan saat menjemput jodoh Anda. Untuk Anda yang sedang merasa putus asa karena doa Anda belum terkabul dan usaha Anda belum membuahkan hasil, mungkin kisah ini bisa menjadi penyemangat untuk Anda.

Ini adalah kisah tentang dua orang lelaki yang dipertemukan di suatu daerah saat sedang bertugas. Mari kita simak kisah berikut ini.

Kisah ini diawali ketika saya sedang bertugas di suatu daerah, saya bertemu dengan seorang lelaki yang tampak sudah berusia matang. Karena tuga saya memakan waktu lebih dari sebulan, saya menjadi akrab dan bersahabat dengan lelaki tersebut.  Suatu ketika aku bertanya kepadanya, “Teman, aku tahu kamu belum menikah,padahal umurmu sekarang hampir 40 tahun. Kenapa kamu terlambat menikah. Orang sepertimu pasti mengetahui manfaat-manfaat yang banyak dari menikah?”

Temanku diam, kemudian katanya,”Ah…ah…! Sobat. Demi Allah, aku benar-benar telah lelah mencari dan mencari calon istri sampai aku putus asa,dan akhirnya aku tidak ingin menikah. Sejak lebih dari tujuh tahun yang lalu aku sudah sering melamar lalu ditolak. tahukah kamu sobat, aku melamar lebih dari 18 wanita, setiap kali aku mengetuk, aku berkata dalam hati, mereka pasti akan menerimaku, insyaallah.

Akan tetapi, ternyata mereka menolak. Oleh karena itu, aku merasa sedih, tidak bisa tidur, dan sering kali melamun hingga timbullah pikiran-pikiran dalam benakku, benarkah memang harus demikian nasibku? Benarkah? Sehingga, aku benar-benar ragu terhadap diriku, bahkan aku menuduh yang tidak-tidak terhadap diriku, akhlakku dan keluargaku. Betapa sering aku merasa semakin sakit hati dan sedih ketika ada sebagian kerabatku atau orang yang aku kasihi menanyaiku, kenapa kamu tidak menikah..? Aku merasa kesulitan sekali untuk menerangkan apa duduk persoalan yang sebenarnya kepada setiap orang.”

Aku berkata kepada temanku itu meski aku malu, karena aku merasa telah membuatnya kesulitan-, aku katakan,”Sobat, bergembiralah menerima kebaikan. Karena,yang baik adalah apa yang dipilihkan Allah untuk hamba-Nya, dan kamu jangan putus asa. Mintalah taufiq dan kesudahan yang baik kepada Tuhanmu.”

Kemudian, terhentilah pembicaraan kami berdua.

Selanjutnya, hampir lima bulan lamanya kami tidak bertemu. Tiba-tiba temanku itu menghubungi aku. Dia mengundangku untuk menghadiri pesta pernikahnya. Aku senang sekali dan mengucapkan selamat kepadanya.

Kira-kira dua tahun setelah menikah, aku bertemu lagi dengannya. Dan dia tampak bahagia sekali. Dia memberi kabar tentang kelahiran anaknya. Kemudian,aku katakan kepadanya,”Bagaimana keadaanmu dan istrimu?”

“Masya Allah,” katanya, “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat-Nya yang terlahir maupun yang batin. Aku beri tahu kamu bahwa aku mendapat nikmat yang besar sekali. Sungguh, Allah telah mengaruniakan aku kepadaku seorang istri yang menentramkan mataku dari segala seginya. Dia adalah wanita yang shalih, terpelajar, cerdas, cantik fisik dan akhlaknya, dan baik sikapnya. Allah telah menjadikan kasih sayang di antara kami sehingga merasa sangat bahagia. Dia benar-benar memuliakan aku dan keluargaku, khususnya kedua orang tuaku, orang tuaku telah berusia lanjut, keduanya sangat butuh perhatian khusus dan istriku telah melakukan itu dengan sangat sempurna, Alhamdulillah. Demi Allah, aku benar-benar memuji Allah setiap kali aku mengingat penderitaan-penderitaanku ketika ditolak oleh orang-orang yang dulu itu, dan aku katakan , Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang menjadikan mereka tidak menerima lamaranku.

Dari kisah tadi kita bisa mengambil hikmah bahwa sesungguhnya janji Allah itu benar, dan skenario dari Allah pasti baik untuk hambanya. Kita kadang bersedih dan kecewa karena doa kita tidak juga diijabah Allah. Namun sesungguhnya Allah lah yang lebih tahu waktu dan orang yang tepat untuk kita, seperti pada firmannya “Barangkali kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (Q.S An Nisa : 19).

Semoga kisah ini bisa menginspirasi dan membakar semangat Anda kembali untuk tidak lelah berdoa dan berusaha agar dipertemukan dengan jodoh Anda.

Sumber: akhwatmuslimah.com

Categorised in: ,

Comment Closed: Kisah Lelaki Yang Lamarannya Ditolak Lebih Dari 18 Kali

Sorry, comment are closed for this post.