Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kisah » Ketika Abdullah bin Abu Bakar Asyik Memadu Cinta Dengan Atikah binti Zaid

Ketika Abdullah bin Abu Bakar Asyik Memadu Cinta Dengan Atikah binti Zaid

(928 Views) July 18, 2016 3:11 pm | Published by | Comments Off on Ketika Abdullah bin Abu Bakar Asyik Memadu Cinta Dengan Atikah binti Zaid

holding handsAwal pernikahan merupakan masa di mana sepasang suami istri biasanya masih asyik memadu cinta dan bermesraan. Hal ini juga terjadi pada putra Abu Bakar As-Shiddiq. Abdullah bin Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma baru saja melangsungkan pernikahan dengan wanita yang dicintainya, ‘Atikah binti Zaid bin Amru’. Seorang wanita Quraisy yang terkenal dengan kecantikan dan kepandaiannya bersyair. Abdullah pun seorang pujangga.

Abdullah dan Atikah setiap saat selalu bergandengan tangan menghabiskan waktu berdua. Siapa pun yang melihat pasti iri dengan kemesraan mereka. Tapi tidak bagi ayah Abdullah. Abu Bakar sangat khawatir dengan keadaan putranya selepas menikah.

Abu Bakar merasa anaknya telah banyak melalaikan kewajibannya setelah menikah dengan Atikah. Abdullah tidak lagi bekerja di kebunnya, bahkan ia tidak ikut berperang bersama Rasulullah SAW. Abdullah menghabiskan banyak waktunya untuk bercumbu dengan istrinya. Abu Bakar pun sering menegur dan menasehati anaknya agar tidak melalaikan kewajibannya yang lain.

Puncaknya, suatu hari ketika Abu Bakar ingin pergi shalat Jumat dan melewati rumah Abdullah, ia mendengar anak dan menantunya masih bercumbu di dalam rumah mereka. Abu Bakar tidak langsung menegurnya karena ia sedang tergesa-gesa takut terlambat shalat. Ketika pulang dari shalat Jumat Abu Bakar sengaja bertamu ke rumah Abdullah. Namun betapa kagetnya Abu Bakar karena anak dan menantunya itu masih saja bercumbu rayu. Abu Bakar tidak bisa menahan amarahnya.

“Hei Abdullah!! Apakah kamu sudah shalat Jum’at?” teriak Abu Bakar didepan pintu.

Abdullah kaget mendengar teriakan ayahnya, rasanya baru sebentar ia bercumbu dengan istrinya. Lantas bertanya balik: “Memangnya orang-orang sudah shalat Jum’at??”

“Iya… dan sungguh ‘Atikah telah menyibukkanmu dari shalat dan kewajiban lain. Ceraikanlah dia!” perintah Abu Bakar dengan penuh kemarahan.

Abdullah sangat terkejut mendengar jawaban ayahnya. Namun Abdullah sadar ia telah banyak melalaikan kewajibannya karena rasa cintanya yang begitu besar pada istrinya. Dengan penuh kesedihan akhirnya Abdullah mengucap talak dan menceraikan istrinya seperti permintaan ayahnya.

Atikah dan Abdullah menuliskan kesedihan mereka dalam bentuk puisi. Karena iba dengan puisi-puisi sedih tersebut akhirnya Abu Bakar menyetujui anaknya rujuk dengan Atikah. Abdullah pun telah memetik pelajaran bahwa ia tidak boleh melalaikan kewajiban lainnya.

Abdullah kemudian ikut perang dan mati syahid dalam Perang Thaif. Janda Atikah kemudian menikah dengan Umar bin al-Khattab lalu Zubair bin al-Awwam yang kesemuanya itu syahid. ‘Atikah lalu kembali menjanda dan dikenal sebagai istri para syuhada.

Dari kisah cinta Abdullah dan Atikah kita tentu bisa memetik hikmah bahwa cinta sejati hanyalah ditujukan untuk Allah. Oleh karena itu cinta kita terhadap manusia seharusnya tidak membuat kita lalai kepada kewajiban kita kepada Allah.

Sumber: Ummi Online

Comment Closed: Ketika Abdullah bin Abu Bakar Asyik Memadu Cinta Dengan Atikah binti Zaid

Sorry, comment are closed for this post.