Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Hukum Mewarnai Tubuh dan Menyemir Rambut Bagi Wanita

Hukum Mewarnai Tubuh dan Menyemir Rambut Bagi Wanita

(2701 Views) March 7, 2014 2:58 am | Published by | No comment

Hukum Mewarnai Tubuh dan Menyemir Rambut Bagi Wanita

Mewarnai rambut. Imam an-Nawawi dalam Majmu‘, 1/324, berkata, “Adapaun mewarnai kuku tangan dan kaki dengan hanna‘ dianjurkan bagi wanita yang sudah bersuami berdasarkan hadist Abu Dawud bahwa seorang wanita datang kepada Aisyah bertanya tentang mewarnai kuku dengan hanna‘, lalu ia berkata, ‘Tidak apa-apa, namun saya membencinya karena kekasihku, Rasulullah Saw, membenci aromanya.”

Dari an-Nasa’i, Aisyah berkata, “Seorang manita memberi syarat kepada Rasulullah, sementara di tangannya ada sebuah kitab, lalu beliau menyentuh tangannya. Saya tidak tahu apakah tangan laki-laki watau wanita?! Ia mengatakan, bahkan tangan seorang wanita. Lalu beliau bersabda, ‘Jika aku seorang wanita sepertimu, maka aku akan merubah warna jari-jarimu (dengan hanna‘).” (HR. Abu Dawud dan an-Nasa’i). Tetapi dilarang memberi warna dengan cat warna, karena menghalangi air thaharah.

Jika wanita ingin menyemir rambutnya karena memutih, hendaklah menyemir dengan warna selain warna hitam berdasarkan keumuman hadist yang melarang menyemir dengan warna hitam. Imam an-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin berkata, “bab larangan bagi laki-laki dan wanita mewarnai rambut dengan warna hitam.” Dalam kitab Majmu‘, 1/324, ia berkata, “Tidak ada perbedaan dalam masalah larangan mewarnai rambut antara laki-laki dan wanita, inilah madzhab kami.”

Jika seorang wanita ingin mewarnai rambutnya yang hitam dengan warna lain, menurut pendapat saya tidak dibolehkan, karena tidak ada perlunya, sebab warna rambut yang hitam merupakan bagian dari keindahan dan tidak mengganggu sehingga harus dirubah, bahkan demikian itu menyerupai wanita-wanita kafir.

No comment for Hukum Mewarnai Tubuh dan Menyemir Rambut Bagi Wanita

Leave a Reply

Your email address will not be published.