Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Hukum Menggunakan KB dalam Pandangan Islam

Hukum Menggunakan KB dalam Pandangan Islam

(881 Views) August 25, 2015 11:05 pm | Published by | Comments Off on Hukum Menggunakan KB dalam Pandangan Islam

KB atau Keluarga Berencana, merupakan salah satu cara untuk membatasi kelahiran. Namun perlu diketahui bahwa membatasi kelahiran tersebut juga bisa berbentuk, hanya membatasi dengan memiliki 1 atau 2 anak saja, atau memberikan jarak yang ideal menurut medis dan pendidikan dalam memiliki anak, misalnya berjarak 2 tahun atau lebih.

Dalam agama Islam setiap pasangan yang sudah menikah dianjurkan untuk memiliki banyak anak yang diharapkan kelak bisa dibanggakan oleh Rasulullah dari umatnya.

Hal tersebut berdasarkan hadist riwayat Abu Daud, Ibnu Hibban, Hakim, Baihaqi, dan Abu Nuaim berikut ini yang artinya,

“Nikahilah wanita yang banyak anak lagi penyayang, karena sesungguhnya aku berlomba-lomba dalam banyak umat dengan umat umat yang lain di hari kiamat.”

Jika kita menyimak hadist diatas, maka sudah jelas bahwa setiap pasangan suami-istri dianjurkan untuk memiliki banyak anak.

Namun sebelum kita melanjutkan pembahasan, ada baiknya kita juga mendengar beberapa dalil lain, misalnya, arti dari Surah An-Nisa dalam Al-Qur’an pada Ayat 9 berikut ini.

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan adalah mereka mengucapkan perkataan yang benar.”

Dari firman Allah diatas, kita bisa mengambil sebuah kesimpulan bahwa kita juga dilarang untuk lalai dalam mendidik anak. Selain itu, jika kelahiran tidak diberi jarak, kemungkinan besar Orang Tua akan kesulitan dalam memberikan pendidikan, dalam memberikan ASI dan perawatan yang terbaik. Dengan kesulitan tersebut dikhawatirkan anak akan memiliki kualitas yang rendah, baik dari segi pendidikan agama, maupun kekuatan fisiknya.

Dalam dunia medis dikatakan bahwa seorang ibu yang baru saja melahirkan setidaknya harus menunggu hingga 6 bulan atau lebih agar bisa fit kembali. Sedangkan seorang anak dalam beberapa hadis dikatakan bahwa harus tetap berada dibawah pengawasan dan perawatan ibu hingga berusia 2 tahun.

Jika demikian, maka berhenti memiliki anak sama sekali baik itu dengan mengangkat rahim atau menghentikan sama sekali proses reproduksi dengan cara apapun, hukumnya adalah haram. Sedangkan apabila menggunakan KB untuk menjarakkan kehamilan dengan alasan yang kuat seperti untuk memberikan perhatian dan pendidikan agama yang baik serta untuk menjaga kesehatan ibu, maka hal tersebut diperbolehkan. Wallahualam.

Lalu, adakah cara yang dianjurkan dalam islam dalam menjarakkan kehamilan?

Hadist riwayat Imam Muslim berikut ini akan menjawabnya. Yang artinya:

“Kami melakukan ‘azl di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan beliau tidak melarang kami darinya.”

‘Azl maksudnya adalah menumpahkan sperma diluar farji agar tidak terjadi pembuahan.

Pada zaman modern saat ini, cara tersebut tentu saja sudah semakin berkembang misalnya dengan menggunakan kondom dan pil KB.

Alasan Berhenti Hamil

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa alasan yang bisa digunakan oleh pasangan yang sudah menikah di dalam Islam untuk menghentikan proses pembuahan dengan pengangkatan rahim atau dengan metode lainnya.

  • Apabila seorang Ibu terkena penyakit tertentu misalnya kanker rahim atau sesuatu yang lain,termasuk juga kelainan rahim yang dapat mengakibatkan keguguran maupun membahayakan ibu jika hamil.
  • Apabila disarankan oleh dokter untuk tidak boleh hamil lagi karena dapat mengancam jiwa ibu.

Comment Closed: Hukum Menggunakan KB dalam Pandangan Islam

Sorry, comment are closed for this post.