Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Hukum Membelanjakan Uang Tanpa Izin Suami

Hukum Membelanjakan Uang Tanpa Izin Suami

(1099 Views) August 27, 2015 1:02 am | Published by | Comments Off on Hukum Membelanjakan Uang Tanpa Izin Suami

Dalam pergaulan suami istri sehari-hari, ada banyak hal termasuk juga etika dalam berumah tangga yang sering dianggap remeh. Walau demikian, kebiasaan dan adat-istiadat yang berlaku di rumah tangga tersebut maupun di masyarakat juga berlaku dalam pergaulan suami istri.
Ada beberapa poin penting yang perlu kita kaji lebih dalam yang berkaitan dengan harta diantaranya adalah,

  • Harta pribadi istri yang didapatkan dari hasil bekerja maupun hibah dan lain-lain, termasuk juga mas kawin.
  • Harta suami yang diserahkan hak penyimpanannya kepada istri.
  • Harta bersama (gabungan) yang dicari dan didapatkan baik oleh suami maupun istri dengan cara yang berbeda dan di tempat yang berbeda.

Untuk point pertama, harta yang dimiliki oleh seorang istri, entah itu dari hasil jerih payahnya, atau didapatkan dari pemberian suami. Maka halal bagi istri menggunakannya dalam hal apapun baik itu bersedekah, ditabung, atau diberikan kepada keluarganya tanpa izin suami.

Jika anda ingin bersedekah, maka bersedekah kepada keluarga, entah itu paman, bibi, atau keponakan adalah lebih utama dan pahalanya lebih besar jika mereka membutuhkan dibandingkan dengan bersedekah kepada orang lain.

Sedangkan pada point kedua, harta yang dimiliki oleh suami dan disepakati bahwa harta tersebut penyimpanannya diserahkan kepada istri, maka istri tidak berhak untuk membelanjakan, tidak berhak untuk mengeluarkannya sebagai sedekah walaupun hanya beberapa rupiah.

Kemudian pada poin ketiga yaitu harta bersama maka apabila istri akan menggunakannya, dianjurkan baginya meminta izin terlebih dahulu kepada suami. Jika suami ridho maka hal tersebut tidak mengapa (tanpa izin). Misalnya, apabila istri sudah terbiasa bershodaqoh dan tanpa meminta izin suami terlebih dahulu, namun dalam kebiasaan sehari-hari suami ridho terhadap hal tersebut maka tidak mengapa.

Namun, tentu yang diutamakan adalah meminta izin suami terlebih dahulu. Karena kita tidak tahu kapan suami ridho dan kapan ia tidak ridho, karena semua bisa tergantung dari kondisi dan situasi. Menghormati suami dan meminta izinnya atau pendapatnya merupakan salah satu ahlaq terpuji.

Karena ridho suami bisa jadi ganjarannya adalah surga bagi istri.
Berhati-hati tentu saja lebih baik, dan tidak ada salahnya meminta izin sebagai wujud ahlak istri yang solehah dalam berrumah tangga dan dalam menjaga perasaan satu sama lain.

  • Dalil #1

Untuk point pertama, dalilnya berasal dari hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim berikut ini yang artinya.
Dari Ayub, aku mendengar Atha’ berkata bahwa dia mendengar Ibnu Abbas bercerita:

“Aku bersaksi bahwa Nabi pergi ditemani Bilal saat sholat ied. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengira bahwa para wanita tidak mendengar khotbah yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menasehati mereka secara khusus dan Nabi perintahkan mereka supaya bersedekah. Para wanita pun melemparkan anting-anting dan cincin mereka ke arah kain yang dibentangkan oleh bilal dan bilal memegang ujung kainnya.”

  • Dalil #2

Sedangkan untuk point kedua dan ketiga ditegaskan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani, yang artinya:

Saya mendengar Abu Umamah berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah memberikan hak kepada setiap yang memiliki hak, maka tidak ada wasiat bagi pewaris. Dan tidak boleh seorang wanita menginfakkan sesuatu dari rumahnya kecuali dengan izin suaminya.” Kemudian beliau ditanya, “wahai rasulullah, tidak juga dengan makanan?” Beliau menjawab, “itu adalah harta kita yang terbaik.”

Jadi, sebagai istri yang sholehah sebaiknya kita lebih berhati-hati dan tetap meminta izin kepada suami dalam membelanjakan harta, namun jika telah disepakati bahwa harta yang diberikan kepada anda bebas untuk dibelanjakan untuk keperluan apapun, maka hal tersebut tidak memerlukan izin dari suami. Sekalipun anda akan meminta izin, maka itu juga merupakan akhlak yang terpuji.

Incoming search terms:

Comment Closed: Hukum Membelanjakan Uang Tanpa Izin Suami

Sorry, comment are closed for this post.