Menu Click to open Menus
Home » Ragam » Travelling » Gunung Bromo, Switzerland of Indonesia

Gunung Bromo, Switzerland of Indonesia

(4788 Views) March 5, 2014 4:12 am | Published by | No comment

Pesona Gunung Bromo pasti memikat hati para wisatawan yang pernah berkunjung. Hamparan lautan pasir, temaram matahari terbenam, padang savana, kesejukan kabut pagi serta keunikan budaya Suku Tengger menjanjikan pengalaman wisata berbeda dari biasanya.

Gunung Bromo, Switzerland of Indonesia

Gunung Bromo terletak di Provinsi Jawa Timur, tepatnya berada di empat wilayah, yaitu Kabupaten Lumajang, Pasuruan, probolinggu, dan Malang. Gunung Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut. Gunung itu masih aktif dan termasuk area Taman Nasional Kawasan Tengger. Konon, nama Gunung Bromo, berasal dari bahasa Sansekerta yaitu “Brahma” yang berarti dewa utama bagi penganut agama Hindu. Krena gunung itu seringkali menjadi tempat pemujaan bagi masyarakat Suku Tengger yang sebagian penduduknya menganut agama Hindu.

Rute Perjalanan

Jika anda hobi berpetualang, anda bisa mendaki Gunung Bromo melalui jalur kota Malang, Pronojiwo-Ranu-Pane-Jemplang. Dari Jemplang itu anda akan mengawali petualangan. Padang rumput yang luas dan lautan pasir menghampar di depan anda. Perjalanan menempuh padang pasir bisa anda tempuh dengan waktu 3 jam perjalanan kaki.

Jika anda tidak memiliki cukup energi, kendaraan seperti jeep atau kuda banyak ditawarkan oleh penduduk setempat. Jangan menempuh perjalanan rute itu pada malam hari, cuaca seringkali berkabut dan tidak ada sama sekali perumahan penduduk.

Rute lain yang bisa ditempuh adalah melalui Pintu Barat. Rutenya Pasuruan-Tosari-Gunung Bromo. Rute itu juga tergolong berat dan disarankan anda menyewa kendaraan roda empat menuju lokasi. Pintu utara lebih disarankan, rutenya adalah Probolinggo-Tongas-Cemoro Lawang-Gunung Bromo. Rute utara memiliki jalur yang lebih bersahabat, lereng gunung tidak terlalu curam dan anda bisa menempuhnya dengan berjalan kaki.

Lautan Padang Pasir

Menikmati matahari terbit di puncak Bromo adalah puncak kenikmatan berwisata di Gunung Bromo. Keindahan sang surya sangat megah ketika pancaran cahayanya menyemburat muncul perlahan di balik gunung.

Gunung Bromo, Switzerland of Indonesia 1

Menjelang siang, Gunung Bromo terlihat berdiri kokoh dengan kepulan asap kawah di tengahnya. Hamparan padang pasir yang luas mengelilingi gunung. Konon luas padang pasir itu mencapai 10 km persegi. Meskipun jarang pepohonan dan matahari bersinar dengan teriknya, udara disana terasa sejuk karena tiupan angin yang kencang serta dinginnya udara pegunungan.

Puas menikmati puncak Bromo, lanjutkan perjalanan menuju kawah. Untuk menuju lokasi itu anda harus menaii anak tangga yang jumlahnya 250 buah. Dari atas, anda melihat kawah yang terlihat mengepulkan asap. Sebuah pura juga terlihat berdiri kokoh di tengah-tengah padang pasir.

Dinginnya Kabut Bromo

Di puncak Gunung Bromo memiliki suhu yang sangat dingin. Karenanya, jika anda mengunjungi Bromo, perlengkapan baju hangat tidak boleh terlewatkan. Suhu di puncak bromo bisa mencapai 10 derajat hingga 0 derajat celcius. Pada siang haripun kabut selalu menyelimuti. Kesejukan hawa dingin Bromo terasa sangat berbeda dan menjanjikan pengalaman baru yang berkesan. Pantas saja jika Gunung Bromo dijuluki sebaai “Switzerland of Indonesia” karena hawanya yang dingin dan selalu berkabut.

Suku Tengger yang Unik

Masyarakat sekitar Gunung Bromo memiliki tradisi yang unik. Suku di sekitar Gunung Bromo adalah suku Tengger. Masyarakat sekitar menganggap jika Bromo adalah gunung suci. Jika anda datang pada tanggal 14-15 di bulan kasodi atau kesepuluh, masyarakat Tengger sedang mengadakan upacara Yadnya Kasada atau Kasodo, suatu upacara persembahan yang unik. Prosesi upacara itu dilakukan di pura di bawah kaki gunung dan dilanjutkan menuju puncak Bromo.

No comment for Gunung Bromo, Switzerland of Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.