Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Bolehkan Melaksanakan Tunangan Dalam Islam?

Bolehkan Melaksanakan Tunangan Dalam Islam?

(27 Views) July 2, 2017 7:21 am | Published by | Comments Off on Bolehkan Melaksanakan Tunangan Dalam Islam?

Siapa sih yang tak tahu soal tunangan? Ya, tunangan merupakan langkah awal yang biasa dilakukan oleh seseorang untuk melamar pasangannya sebelum mereka melanjutkan ke jenjang pernikahan. Prosesi lamaran atau pinangan inilah yang merupakan ritual untuk mengikat seseorang sebelum menuju tahap pernikahan. Biasanya dalam prosesi tunangan, seseorang akan datang bersama keluarga ke pihak wanita untuk menanyakan kesediannya menjadi pasangan hidup dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Dalam Islam, melamar seseorang untuk dijadikan calon istri disebut dengan mengkhitbah. Dalam artikel ini akan dibahas secara lebih mendalam mengenai tunangan dalam Islam.

Beginilah Penjelasan Mengenai Tunangan Dalam Islam

Istilah tunangan sebenarnya merupakan kebiasaan yang saat ini berlangsung dalam masyarakat. Tunangan ini sebenarnya memiliki makna yang sama dengan istilah lamaran atau dalam Islam disebut dengan istilah khitbah. Lamaran atau khitbah merupakan proses awal yang dilakukan oleh seseorang laki-laki untuk meminta kesediaan pihak wanita untuk menjalin ikatan awal sebelum menuju jenjang pernikahan. Dalam pandangan Islam, lamaran atau khitbah ini disyariatkan dan dianjurkan. Namun sesungguhnya ada halhal yang harus diperhatikan ketika akan melakukan tunangan dalam Islam.

Hal yang harus digaris bawahi adalah ketika dua orang sudah melakukan prosesi lamaran maka tidak dapat dipahami bahwa kedua orang tersebut memiliki hubungan yang intim atau pacaran. Pandangan bahwa setelah orang dikhitbah maka ia dapat berpacaran tentu salah. Dalam pandangan Islam, hubungan semacam itu sebelum dilaksanakan akad nikah adalah dilarang. Kedua belah pihak baik laki-laki maupun perempuan harus sama-sama saling menjaga diri sebelum pernikahan dilangsungkan. Oleh karena itu, dalam Islam proses lamaran ini hendaknya tidak memiliki jarak yang terlalu lama dengan waktu pernikahan. Hal ini untuk kebaikan kedua belah pihak terutama untuk menghindarkan fitnah.

Namun ketika proses khitbah telah terjadi, namun masing-masing atau salah satu pihak merasa tidak cocok, maka lamaran dapat dibatalkan dengan cara yang baik. Alasan proses pembatalan ini pun hendaknya merupakan alasan yang dapat diterima secara nalar dan secara syariat. Oleh karena itu, ketika seseorang hendak dilamar, untuk memutuskan menerima atau menolak lamaran tersebut, ia dianjurkan untuk melakukan shalat istikharah.

Kemudian Anda juga perlu mengetahui tentang boleh atau tidaknya memberikan hadiah saat tunangan. Tunangan dalam Islam memperbolehkan pihak laki-laki untuk memberikan hadiah bagi pihak perempuan ketika ia melamar perempuan tersebut. Hal ini sebagaimana kebiasaan masyarakat saat ini yang ketika prosesi lamaran terjadi prosesi tukar cincin. Namun pemberian hadiah ini tentu sangat diserahkan kepada pihak laki-laki, artinya bukan suatu keharusan karena ia hanya berfungsi sebagai cindera mata, tentu hal ini berbeda dengan mahar saat pernikahan.

Tunangan dalam Islam sama fungsinya dengan khitbah atau lamaran sehingga diperbolehkan.

Comment Closed: Bolehkan Melaksanakan Tunangan Dalam Islam?

Sorry, comment are closed for this post.