Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Bolehkah Menunda Mandi Wajib?

Bolehkah Menunda Mandi Wajib?

(624 Views) March 17, 2016 2:08 am | Published by | Comments Off on Bolehkah Menunda Mandi Wajib?

Cupped Hands Under ShowerMandi junub atau lebih dikenal dengan mandi wajib, dilakukan apabila seseorang ingin mensucikan diri dari hadast besar, contohnya setelah menstruasi, setelah berhubungan badan dan pasca masa nifas. Mandi wajib dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke seluruh tubuh mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki. Mandi junub harus segera dilakukan dan tidak boleh ditunda jika tidak ada alasan-alasan yang menghalanginya.

Dari Ammar bin Yasir radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ada tiga orang yang tidak akan didekati oleh malaikat, mayatnya orang kafir, laki-laki yang memakai minyak wangi dengan campuran za’faran, orang yang sedang junub kecuali kalau ia berwudhu.”

Namun jika ada alasan kesehatan yang begitu kuat yang tidak memperbolehkan seseorang terkena air di badannya, atau sedang tidak ada air sama sekali maka mandi wajib bisa digantikan dengan tayamum dengan menggunakan debu.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka wudhulah: basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku, dan usaplah kepalamu dan basuh kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan wanita, lalu kamu tidak mendapatkan air, maka bertayamumlah dengan tanah yang suci; usaplah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. (QS. Al-Maidah: 6)

Hadits Ammar bin Yasir. Amar menceritakan, “Rasulullah Saw mengutusku untuk satu keperluan penting. Kemudian aku mengalami junub dan aku tidak menjumpai air. Akhirnya aku bergulung-gulung di tanah seperti binatang. Sesampainya di Madinah, aku sampaikan hal itu kepada Nabi Saw, kemudian beliau menyarankan tayamum. “Sebenarnya kamu cukup melakukan seperti ini: beliau menepukkan kedua telapak tangannya di tanah, kemudian beliau meniupnya dan mengusapkannya ke kedua telapak tangannnya, kemudian mengusapkan ke wajahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Namun demikian bagi orang junub yang tidak bisa mandi karena tidak memiliki air, dia tetap wajib mandi setelah menemukan air. Dasarnya, dalam hadits Imran bin Husain di atas, setelah rombongan Nabi Saw memiliki banyak air, beliau memberikan seember air kepada sahabat yang junub agar digunakan untuk mandi. Sahabat menceritakan,hingga akhirnya, beliau berikan seember air kepada orang yang tadi mengalami junub, dan bersabda ”Ambil ini dan gunakan untuk mandi.” (HR. Bukhari 344).

Jadi apabila tidak ada alasan kesehatan yang kuat atau masih memiliki air, orang yang dalam keadaan junub, haru segera mandi wajib dengan air dan membasuh tubuhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Sumber: Ummi Online

Comment Closed: Bolehkah Menunda Mandi Wajib?

Sorry, comment are closed for this post.