Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Bolehkah Menceritakan ‘Rahasia Ranjang’ Suami Istri Kepada Orang Lain?

Bolehkah Menceritakan ‘Rahasia Ranjang’ Suami Istri Kepada Orang Lain?

(1246 Views) December 9, 2015 4:35 pm | Published by | Comments Off on Bolehkah Menceritakan ‘Rahasia Ranjang’ Suami Istri Kepada Orang Lain?

Kamar pengantinKetika seseorang baru menikah, biasanya teman-temannya akan meledek atau menanyakan bagaimana pengalaman malam pertamanya. Untuk sebagian orang ini adalah hal yang tabu untuk diceritakan, namun untuk sebagian yang lain perbincangan ini menjadi seru. Lantas bagaimana menurut pandangan Islam jika seorang suami atau istri menceritakan ‘rahasia ranjang’-nya kepada orang lain?

Islam secara tegas melarang keras suami istri menyebarkan rahasia hubungannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللَّهِ مَنْزِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا

“Sesungguhnya manusia paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah laki-laki yang berhubungan dengan istrinya dan istrinya pun berhubungan dengannya, kemudian ia menyebarkan rahasianya” (HR. Muslim)

Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan bahwa menceritakan rahasia ranjang dilarang di antaranya karena bertentangan dengan budi pekerti, merupakan hal yang sia-sia dan tidak berfaedah. Namun jika ada maslahat syar’i, maka diperbolehkan menceritakannya. Misalnya dalam rangka konsultasi secara medis atau dalam rangka meminta fatwa ulama terhadap sebuah permasalahan sebagai seorang shahabiyah pernah menceritakan kondisi suaminya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Rasulullah pernah selepas shalat menghadapakan wajah beliau kepada jamaah kemudian bersabda:

مَجَالِسَكُمْ هَلْ مِنْكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ أَغْلَقَ بَابَهُ وَأَرْخَى سِتْرَهُ ثُمَّ يَخْرُجُ فَيُحَدِّثُ فَيَقُولُ فَعَلْتُ بِأَهْلِى كَذَا وَفَعَلْتُ بِأَهْلِى كَذَا

“Duduklah! Apakah seseorang di antara kalian jika menjima’ istrinya di dalam kamar tertutup lalu setelah itu ia keluar dan menceritakannya kepada orang lain ‘aku telah berbuat begini dengan istriku, aku telah berbuat begitu dengan istriku”

Semua sahabat diam. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menghadapkan wajahnya pada jamaah wanita lalu melanjutkan sabdanya:

هَلْ مِنْكُنَّ مَنْ تُحَدِّثُ

“Adakah salah seorang di antara kalian bercerita begitu?”

Seorang anak gadis Ka’ab bangkit berdiri dan menoleh ke sana kemari agar Rasulullah dapat melihat dan mendengarnya. Ia pun lantas mengatakan, “Demi Allah, sesungguhnya wanita pun biasa bercerita begitu”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

هَلْ تَدْرُونَ مَا مَثَلُ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ إِنَّ مَثَلَ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ مَثَلُ شَيْطَانٍ وَشَيْطَانَةٍ لَقِىَ أَحَدُهُمَا صَاحِبَهِ بِالسِّكَّةِ قَضَى حَاجَتَهُ مِنْهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ

“Apakah kalian tahu bagaimana perumpamaan orang yang berbuat demikian? Sesungguhnya orang yang berbuat demikian seperti setan jantan dan setan betina. Setan itu menjima’ betinanya sambil disaksikan banyak orang di tempat terbuka.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad). Wallahu a’lam bish shawab.

Sudah jelas sekarang bahwa teladan kita Rasulullah SAW melarang seorang suami atau istri menceritakan ‘rahasia ranjang’ kepada orang lain. Oleh karena itu bijaksanalah dalam bercerita tentang rumah tangga Anda kepada orang lain. Rahasiakanlah hal-hal yang sebaiknya tidak boleh diketahui orang lain agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Sumber: Webmuslimah

Comment Closed: Bolehkah Menceritakan ‘Rahasia Ranjang’ Suami Istri Kepada Orang Lain?

Sorry, comment are closed for this post.