Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Benarkah Banyak Muslim yang Menghina Allah saat Sholat?

Benarkah Banyak Muslim yang Menghina Allah saat Sholat?

(888 Views) August 13, 2015 6:26 am | Published by | Comments Off on Benarkah Banyak Muslim yang Menghina Allah saat Sholat?

Sepertinya judul diatas terdengar terlalu ekstrim untuk menggambarkan kesalahan-kesalahan yang banyak dilakukan umat muslim saat mereka beribadah, terutama saat mereka sholat. Namun, memang demikian kenyataannya.

Ada yang menyadari dan ada yang tidak menyadari kesalahan mereka, dan bahkan banyak juga yang tidak mengetahuinya. Kesalahan-kesalahan tersebut sebenarnya merupakan kesalahan-kesalahan yang diakibatkan karena kebiasaan, akibat mendapat contoh yang salah, tidak memiliki ilmu, dan yang paling umum karena keengganan untuk belajar.

Di dalam sholat, semua kita tentu sudah tahu bahwa wajib hukumnya membaca Al-Quran yang notabenenya adalah bahasa Arab. Namun sebagian dari kita, terkadang menyepelekan bahasa Arab, tidak mengetahui seluk beluk bahasa Arab dan dengan seenaknya memanjangkan serta memendekkan bacaan seolah sedang berbicara menggunakan bahasa Indonesia atau, dengan seenaknya merubah bacaan huruf-huruf yang tidak sesuai makhrojnya.

Satu contoh kecil, kita sering menemukan imam atau kita sendiri, saat kita sholat dan dalam satu rokaatnya kita membaca Surah Al-Kafirun. Namun sayangnya, kurangnya pemahaman dan ilmu menyebabkan bacaan tersebut menjadi salah arti. Tidak hanya itu, penyebab lainnya adalah karena dibaca dengan terburu-buru, sehingga menjadikan bacaan yang seharusnya panjang dibaca pendek.

Salah satu contohnya adalah bacaan:

لَاۤ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَ

“Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.”

[QS. Al-Kafirun: Ayat 2]

Perhatikan kata لَاۤ yang terdapat diawal ayat tersebut. Kata tersebut berarti “tidak” jika dipanjangkan minimal 2 harokat. Dan hukum bacaan ayat tersebut adalah Mad Jaiz Munfasil yang panjangnya 2 hingga 5 harokat. Lalu, jika bacaan لَاۤ tersebut dipendekkan menjadi 1 harokat, seperti bacaan لَ maka artinyapun akan berubah seperti:

“Aku (benar-benar) menyembah apa yang kamu sembah.”

Contoh lainnya adalah bacaan اَللهُ أَكْبَرُ pada saat mengucapkan takbir, apabila huruf hamzah diawal kalimat di panjangkan menajadi 2 harokat atau lebih seperti آللهُ أَكْبَرُ maka, artinyapun akan berubah menajadi “Apakah Allah Yang Maha Besar?”

Nah, setelah kita melihat perbedaan antara bacaan yang dipanjangkan dan bacaan yang dipendekkan maka kita pun sudah mengetahui dengan jelas artinya. Bukankah itu artinya bahwa jika kita membaca dengan salah berarti terang-terangan kita menghina Allah yang sedang kita sembah.

Sebenarnya kesalahan-kesalahan seperti ini tidak hanya terjadi pada satu atau dua ayat saja melainkan juga banyak bacaan di dalam sholat yang sering kita lalaikan tanpa dipikirkan atau tanpa dipelajari secara teliti dan mendalam.

Saat kita menghafal, Mungkin kita bisa mengingat dengan detail satu hari hingga beberapa hari kedepan. Namun setelah hapalan itu berlalu selama sebulan, bahkan setahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, terkadang kita tidak mengingat lagi apa huruf yang tepat atau apa harokat yang tepat untuk bacaan tersebut.

Jadi untuk menghindari kesalahan-kesalahan, cobalah selalu untuk mengevaluasi diri setiap minggu atau setiap sebulan sekali dan memperbaiki setiap bacaan.

Saat kita masih kecil dulu, mungkin banyak di antara kita yang belajar Al-Quran kepada ustadz maupun guru. Namun, seiring dengan berlalunya waktu kita jadi sedikit lalai dan sudah “merasa bisa” sehingga menyepelekan urusan yang seharusnya menjadi proritas tersebut.

Mari kita ubah kebiasaan tersebut dengan rajin muthola’ah, mengulang kembali pelajaran yang telah lampau dan membenarkan setiap bacaan, serta tidak membaca dengan terburu-buru sehingga menyebabkan banyak kesalahan seperti bacaan yang seharusnya panjang menjadi pendek. Atau sebaliknya, bacaan yang pendek jadi panjang karena kita hendak melagukannya supaya terdengar indah dan merdu.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bishowab.

Tags:
Categorised in: ,

Comment Closed: Benarkah Banyak Muslim yang Menghina Allah saat Sholat?

Sorry, comment are closed for this post.