Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Bagaimanakah Hukum Pernikahan Dalam Islam ?

Bagaimanakah Hukum Pernikahan Dalam Islam ?

(120 Views) May 13, 2017 6:39 am | Published by | Comments Off on Bagaimanakah Hukum Pernikahan Dalam Islam ?

Pernikahan dalam Islam adalah sesuatu yang sakral dan memiliki hukum tersendiri yang beragam yang harus dipahami secara mendalam seperti yang akan dijelaskan dalam hukum pernikahan dalam Islam di bawah ini. Islam memperbolehkan seseorang untuk melangsungkan pernikahan bahkan dikatakan merupakan sebuah perbuatan yang aman disukai. Akan tetapi ternyata pernikahan pun bisa juga menjadi haram dalam keadaan tertentu. Agar Anda dapat mengetahui lebih dalam tentang hukum-hukum menikah di dalam Islam maka penjelasan dibawah ini dapat membantu Anda.

Hukum Menikah di dalam Islam

Tujuan nikah dalam Islam sesungguhnya adalah untuk mencari ridho oleh Allah swt. Tujuan melangsungkan pernikahan adalah baik yang untuk membangun mahligai rumah tangga yang sesuai dengan syariat agama. Menikah dalam Islam dihukumi secara berbeda sesuai dengan keadaan orang tersebut. Islam menghukumi pernikahan menjadi 5 perkara yakni Jaiz atau boleh, Sunnah atau disarankan, wajib, Makruh atau sebaiknya tidak dilakukan, dan yang terakhir adalah Haram atau tidak boleh dilakukan sama sekali.

Hukum yang pertama dalam hukum pernikahan dalam Islam adalah Jaiz. Jaiz ini artinya seseorang diperbolehkan untuk menikah dan boleh juga untuk tidak melakukannya. Hukum ini merupakan hukum dasar bagi seseorang untuk menikah. Hukum Jaiz ini sejalan pula dengan syarat menikah yakni baligh, telah mapan atau memiliki penghasilan sehingga mampu menafkahi istri, serta siap secara lahir dan batin. Apabila Anda sudah memiliki semua poin tersebut dan Anda telah memiliki keinginan untuk menikah dan membangun rumah tangga dengan seseorang maka hukum menikah menjadi Sunnah.

Hukum tersebut menjadi Wajib bila seseorang telah berkeinginan untuk menikah, mampu secara finansial, dan siap secara lahir dan batin yang apabila tidak dilangsungkan pernikahan tersebut dikhawatirkan akan jatuh pada perbuatan zina yang amat dilarang di dalam Islam. Jika keadaan yang dimiliki seperti ini maka untuk menghindari perbuatan zina atau melakukan hubungan suami istri tanpa adanya ikatan pernikahan tersebut adalah dengan cara menikah. Hukum menikah menjadi Makruh bila ia telah berkeinginan untuk menikah tapi tidak memiliki modal sama sekali atau maksudnya adalah tidak mampu memberikan nafkah kepada istri.

Bila Anda telah berkeinginan untuk menikah namun tidak mampu memberikan nafkah dan menghidupi istri maka hukum menikah menjadi Makruh. Menikah menjadi Haram atau dilarang bila seseorang berniat untuk menikah dengan niat yang tidak baik seperti untuk menyakiti istri dan lain-lainnya. Bila niat seperti ini yang melandasi dilangsungkannya pernikahan maka ia tidak boleh sama sekali melangsungkan pernikahan. Adapun syarat pernikahan dalam Islam adalah beragama Islam, baligh, dan mampu. Apabila Anda telah memenuhi keempat syarat tersebut maka Anda telah diperbolehkan untuk melangsungkan pernikahan sesuai dengan hukum pernikahan dalam Islam.

Hukum pernikahan dalam Islam ada 5 yakni Jaiz, Sunnah, Wajib, Makruh, dan Haram. Sedangkan syarat untuk menikah adalah Islam, baligh, berakal, dan mampu.

Comment Closed: Bagaimanakah Hukum Pernikahan Dalam Islam ?

Sorry, comment are closed for this post.