Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Bagaimana Islam Memandang Onani Atau Masturbasi?

Bagaimana Islam Memandang Onani Atau Masturbasi?

(109 Views) June 2, 2017 1:48 am | Published by | Comments Off on Bagaimana Islam Memandang Onani Atau Masturbasi?

Salah satu kebiasaan buruk bahkan berbahaya yang dilakukan oleh kaum remaja ialah seringnya mereka melakukan onani. Tidak sedikit dari kalangan remaja bahkan dewasa yang melakukan onani ini. Hal tersebut memang remaja saat ini pergaulan sangat bebas sekali dan mereka bisa dengan mudah mendapatkan akses yang sangat mudah yang memicu perbuatan onani tersebut. Selain para remaja, perbuatan onani ini juga sering dilakukan oleh pria dewasa baik yang sudah menikah atau bahkan yang belum menikah. Bagi mereka yang belum menikah, melakukan perbuatan ini untuk memuaskan hasrat seksual sesaat yang bisa didapatkan dari perbuatan onani ini. Sedangkan bagi mereka yang sudah memiliki istri, mereka sering melakukan perbuatan onani karena memang mereka tidak puas dengan istrinya atau bisa jadi mereka jauh dengan istrinya sehingga untuk memuaskan nafsu seksualnya, mereka melakukan onani. Lantas bagaimana hukum onani dalam Islam?

Pengertian Onani

Onani atau masturbasi merupakan suatu tindakan dimana seorang remaja laki-laki atau laki-laki dewasa memaksakan keluarnya air mani. Namun demikian, keluarnya air mani tersebut tanpa dilakukan dengan berhubungan intim atau jima terlebih dulu. Dengan kata lain, aktivitas onani merupakan aktivitas mengeluarkan air mani secara paksa dengan menggunakan tangan atau cara yang lain selain berhubungan badan.

Aktivitas tersebut biasanya dilakukan dengan syahwat dan tentunya hal ini diharamkan dalam ajaran Agama Islam. Kegiatan onani biasanya dilakukan dengan menggunakan tangan mereka sendiri dan hal tersebut diharamkan kaitannya dengan hukum onani dalam Islam. Namun demikian, jika onani dilakukan dengan bantuan istri maka hal tersebut diperbolehkan dan tidak diharamkan.

Perantara Onani

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa onani merupakan aktivitas memaksakan air mani untuk keluar dengan syahwat. Dengan kata lain, jika seseorang melakukan onani, maka ia pasti menggunakan perantara untuk melakukannya. Berbicara mengenai perantara onani, maka ada beberapa yang bisa menjadi perantara onani, yakni bisa dengan menggunakan tangan, bisa juga dengan bercumbu, bahkan ada juga yang bisa onani hanya dengan saling berpandangan atau hanya mengkhayal belaka. Bagaimana dengan onani menggunakan perantara tangan? Saya kira semua sudah paham bagaimana onani menggunakan tangan. Sedangkan untuk onani dengan bercumbu maka bisa dilakukan dengan menggesek-gesekkan kemaluan pria ke paha, tangan atau bagian lain dari istrinya. Bisa juga dengan diraba-raba dan bahkan dicium. Namun demikian, hal tersebut tidak sampai pada hubungan suami istri.

Hukum Onani

Jika berbicara mengenai hukum onani dalam Islam, maka terdapat perbedaan pandangan mengenai hukum onani ini di antara para ulama. Menurut para ulama yang menganut mahzab Hanifi, Imam Ahmad, dan Syafi’I, onani merupakan tindakan yang makruh tanzih atau sebaiknya dijauhi. Jika onani dilakukan untuk menekan syahwat dan agar tidak terjerumus kepada perzinahan, maka secara umum kondisi tersebut seseorang boleh melakukan onani. Namun tindakan onani bisa sangat terlarang karena memang tidak ada alasan atau penyebab yang dibenarkan, seperti hanya iseng atau yang lain.

hukum onani dalam Islam terdapat perbedaan pandangan mengenai hukum onani ini di antara para ulama

Comment Closed: Bagaimana Islam Memandang Onani Atau Masturbasi?

Sorry, comment are closed for this post.