Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Kajian » Bagaimana Islam Memandang Doktrin Karma?

Bagaimana Islam Memandang Doktrin Karma?

(134 Views) June 1, 2017 1:48 am | Published by | Comments Off on Bagaimana Islam Memandang Doktrin Karma?

Mungkin sebagian dari kita atau mungkin hampir semua dari kita pernah mendengar kaitannya dengan hukum karma. Yuph, hukum karma memang seringkali diucapkan atau bahkan disumpah ketika memang seseorang menerima perlakuan yang buruk dari seseorang. Secara singkat, hukum karma memang dikenal sebagai balasan yang setimpal yang akan diperoleh oleh seseorang yang berbuat jahat atau buruk kepada orang lain. Misalkan jika si A itu menganiaya si B hanya karena permasalahan kecil. Si A meyakini bahwa hukum karma berlaku yakni si B akan mengalami nasib yang sama seperti halnya perbuatan jahat yang telah dilakukan oleh si B. kurang lebih seperti itulah hukum karma dimana orang yang berbuat jahat tersebut akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan apa yang ia perbuat. Namun demikian, bagaimana menilik lebih lanjut karma dalam Islam? Simak ulasan singkatnya sebagai berikut.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai hukum karma dalam Islam, alangkah lebih baiknya untuk kita mengetahui pengertian hukum karma itu sendiri. Pada dasarnya kepercayaan hukum karma tersebut merupakan kepercayaan yang ditemukan dalam ajaran agama baik Hindu maupun ajaran Budha. Secara sederhana, segala perbuatan yang dilakukan khususnya perbuatan buruk, maka orang yang melakukan perbuatan buruk tersebut juga akan mendapatkan perlakuan yang sama kelak. Tindakan baik akan menimbulkan atau berakibat pada tindakan yang baik sedangkan tindakan yang buruk akan juga berakibat pada keburukan juga.

Dari penjelasan di atas rasanya sudah sangat jelas bahwa keyakinan mengenai hukum karma ini memang bukan berasal dari ajaran agama Islam. Hukum atau kepercayaan karma tersebut memang ada dalam kitab Abhidamma yang menyatakan bahwa setiap yang termasuk dalam impresi rasa atau seluruh perilaku manusia, bisa dianggap sebagai bagian atau akibat dari hukum karma tersebut. Pada doktrin tersebut, misalkan seseorang itu miskin atau terlahir sebagai miskin, hal tersebut terjadi karena memang akibat dari perbuatan seseorang yang ia lakukan pada fase kehidupan sebelumnya.

Hal tersebut berarti bahwa kehidupan manusia yang berada di dunia ini bukanlah sekali saja melainkan manusia hidup di dunia ini berulang-ulang atau bisa disebut dengan istilah reinkarnasi. Kehidupan yang dirasakannya sekarang itu merupakan dampak dari kehidupan sebelumnya.

Dengan demikian doktrin atau kepercayaan mengenai hukum karma tersebut memang berasal dari ajaran agama Budha. Oleh karena itu karma dalam Islam itu tidak ada. Namun demikian, ajaran agama Islam sangat mengajarkan bahwa segala kebaikan meskipun itu sangat kecil sekali akan di balas kelak di akhirat begitu juga dengan keburukan yang dilakukan oleh manusia. Namun demikian, hal yang perlu diingat ialah bahwa Allah itu maha pengampun maka dari itu kita semua dituntut untuk tidak putus asa dengan ampunan Allah.

karma dalam Islam itu tidak ada. Namun demikian, ajaran agama Islam sangat mengajarkan bahwa segala kebaikan dan keburukan yang kita lakukan

Comment Closed: Bagaimana Islam Memandang Doktrin Karma?

Sorry, comment are closed for this post.