Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Bagaimana Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam?

Bagaimana Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam?

(1029 Views) December 20, 2015 4:41 pm | Published by | Comments Off on Bagaimana Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam?

hair color 2Tentunya kita tidak asing dengan orang-orang yang mengubah warna rambutnya. Ada beberapa alasan seseorang mengubah warna rambut. Untuk orang-orang yang memiliki uban, mereka ingin tampil lebih muda dengan mewarnai rambutnya. Sementara ada juga orang yang mengubah warna rambut untuk gaya meskipun mereka belum beruban. Lantas bagaimanakah hukum seorang muslim yang mengubah warna rambutnya?

Di dalam Islam hukum mewarnai rambut dibagi untuk dua kondisi, yang pertama adalah bagi mereka yang sudah beruban, dan selanjutnya adalah bagi mereka yang belum beruban.

Hukum mewarnai rambut bagi yang sudah beruban

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim no. 2102).

Ulama besar Syafi’iyah, Imam Nawawi memberikan judul Bab untuk hadits di atas “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

Hukum mawarnai rambut bagi yang belum beruban

Bagi mereka yang mewarnai rambut karena alasan gaya dan untuk mengikuti kaum non muslim yang fasik, maka hukum mewarnai rambut menjadi dilarang. Hal ini didasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031, hasan menurut Al Hafizh Abu Thohir)

Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا

“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan, “Adapun hukum mewarnai rambut wanita yang masih berwarna hitam diubah ke warna lainnya, seperti itu menurutku tidak boleh karena tidak ada faktor pendorong untuk melakukannya. Karena warna hitam sendiri sudah menunjukkan kecantikan. Kalau beruban barulah butuh akan warna (selain hitam). Yang ada dari gaya mewarnai rambut hanyalah meniru mode orang kafir.” (Tanbihaat ‘ala Ahkami Takhtasshu bil Mu’minaat, hal. 14).

Sumber: Rumaysho

Comment Closed: Bagaimana Hukum Mewarnai Rambut Dalam Islam?

Sorry, comment are closed for this post.