Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam?

Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam?

(591 Views) March 28, 2016 7:07 am | Published by | Comments Off on Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam?

kuku jari wanitaSebagai muslimah tentu kita sudah paham bahwa kutek tidak boleh dipergunakan jika  hendak shalat, karena kutek  dapat menghalangi mengalirnya air wudhu. Namun bagaimanakah hukum memanjangkan kuku dalam Islam. Bagi sebagian wanita jari yang lentik ditambah kuku yang panjang dapat membuat mereka  tampak lebih cantik dan menarik.

Dalam Islam segala sesuatu sudah ada petunjuk dan aturannya, termasuk tentang kuku ini. Islam sangat mencintai kebersihan, tak heran jika disebutkan kebersihan adalah sebagian dari iman. Oleh karena itu kebersihan kuku pun diperhatikan oleh Islam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada lima macam fitrah , yaitu : khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Dari hadist tersebut jelas bahwa Rasulullah sangat menganjurkan kita untuk memotong kuku, agar terhindar dari kotoran yang menempel di sela-sela kuku.

Bagi kebanyakan ulama hkum memanjangkan kuku adalah makruh. Jika memanjangkannya lebih dari 40 hari, maka lebih keras lagi larangannya. Bahkan sebagian ulama menyatakan haramnya. Pendapat terakhir ini dipilih oleh Imam Asy Syaukani dalam Nailul Author. Dasar dari pembatasan 40 hari tadi adalah perkataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Anas berkata,

وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258). Yang dimaksud hadits ini adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari (Lihat Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

Imam Nawawi rahimahullah berkata,

وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة:

“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).

Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah berkata bahwa memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut buku ketikan disunnahkan pada hari Jumat. Demi kesehatan dan wujud cinta kita kepada Rasulullah ada baiknya kita mengikuti teladan Beliau dengan memotong kuku secara berkala.

Sumber: Rumaysho

Comment Closed: Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Dalam Islam?

Sorry, comment are closed for this post.