Menu Click to open Menus
Home » Keluarga » Awas! Ipar adalah Maut

Awas! Ipar adalah Maut

(814 Views) October 2, 2015 8:26 pm | Published by | Comments Off on Awas! Ipar adalah Maut

awas ipar adalah mautDalam sebuah pernikahan, selain menyatukan dua sejoli juga merupakan penyatuan dari dua keluarga yang berbeda dalam segala hal. Pasti, banyak dari kita seringkali mendengar janji dari salah satu pasangan: ‘aku tidak hanya menerimamu saja sebagai istriku tapi aku juga menerima seluruh keluargamu’. Ungkapan ini sebenarnya memiliki arti, bahwa dalam suatu perkawinan istri atau suami selain menerima pasangannya, kedua insan ini  juga menerima keadaan keluarga pasangannya. Merasa peduli dengan keadaan ayah dan ibu mertua, peduli terhadap adik atau kakak dan juga dengan saudara suami / istri yang lainnya.

Kemudian, apakah yang disebut dengan ipar itu? Ipar adalah, saudara kandung dari suami merupakan saudara ipar bagi istri, sedangkan saudara istri merupakan saudara ipar bagi suami. Selain itu suami juga memiliki saudara yang lainnya yang juga merupakan ipar bagi istri.

Dalam masyarakat kebanyakan, sering kita lihat bahwa seorang wanita yang telah menikah sering pergi berduaan dengan saudara laki-laki dari suaminya. Baik saudara kandung maupun saudara misan. Alasan yang dilontarkanpun sangat biasa, bahwa mereka juga saudara karena pernikahan kakak/adiknya. Hidup 1 rumah dengan saudara laki-laki dari suami, saat suaminya tidak di rumah sang istri pergi berboncengan dengan saudara suami dengan alasan minta diantar, itupun juga hal yang wajar dan jamak kita temui dikalangan masyarakat.

Tahukah anda, bahwa saudara ipar sebenarnya bukanlah merupakan mahram bagi kita, karena mereka bisa menikahi kita. Hal ini seringkali tidak dipedulikan, karena menganggap bahwa saudara ipar juga merupakan mahram. Hal ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan akan agama atau mereka sudah mengetahui tetapi tidak pernah memperdulikannya.

Sesuai dengan hadist nabi:

“jauhilah oleh kamu masuk ke (ruang) wanita”. Seorang lelaki dari kaum Anshar berkata:” Wahai Rasulullah, bagaimana dengan al-Hamuw (saudara lelaki dari suami)?” Beliau menjawab: “ al-Hamuw itu (laksana maut/ kematian)”. (diriwayatkan Ahmad, Al-Bukhari dan At-Tarmidzi dengan menyatakan hadist ini shahih). Seakan maksudnya, bahwa beliau tidak menyukai seorang saudara lelaki dari suami berduaan dengan istri saudaranya itu.

Al-Hafizh Ibn Hajar, dalam Fath al-Bari (syarh al-Bukhari) (9/331), mengatakan:

”an-Nawawi berkata: Para pakar Bahasa berpendapat sama, bahwa kata al-ahma’(bentuk jama’ dari kata al_hamuw) adalah para kerabat lelaki dari suami seorang wanita, seperti saudara lelaki suami, saudara lelaki dari ayahnya, putera lelaki saudara lelakiya, putera lelaki saudara lelaki ayahnya dan lainnya.

Ibn Hajar berkata:

”yang dimaksud di dalam hadist ini adalah para kerabat lelaki suami, kecuali ayah atau anak lelaki dari suami. Karena mereka adalah mahram bagi istrinya dan diperbolehkan berduaan dengannya, dan mereka ini tidak termasuk dalam “al-maut” atau kemaatian.

Ibn Hajar berkata: memandang sepele semacam ini sudah menjadi kebiasaan. Seorang saudara lelaki suami berduaan dengan istri saudarnya. Karena itulah maka diserupakan dengan al-maut (kematian). Dan dia patut dicegah melakukan itu.

Wahai kaum wanita sahabat hijabnesia, bertaqwalah pada Allah dan Rasul-Nya. Janganlah memandang sepele hal ini, karena yang patut dipegang adalah syara’ bukan kebiasaan.

Semoga bermanfaat. Wallahua’lam.

Comment Closed: Awas! Ipar adalah Maut

Sorry, comment are closed for this post.