Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » Arti Warna Darah Haid dalam Islam

Arti Warna Darah Haid dalam Islam

(801 Views) November 10, 2016 5:51 am | Published by | Comments Off on Arti Warna Darah Haid dalam Islam

arti-warna-darah-dalam-haidSebagai seorang wanita normal, setiap perempuan yang telah akil baligh pasti pernah merasakan haid. Dalam bahasa medis modern, fase haid disebut menstruasi. Fase ini seringkali menyakiti wanita karena rasa sakit yang ditimbulkan ketika darah kotor keluar. Sebenarnya para wanita sangat beruntung dapat mengeluarkan darah kotornya setiap bulan. Hal ini berpengaruh positif terhadap kesehatan tubuh wanita.

Patokan kenormalan darah haid yang utama dapat dipantau dengan cara menghitung lamanya waktu darah keluar. Darah yang keluar dari kemaluan seorang wanita dewasa dapat05 disebut darah haid apabila keluar minimal dalam waktu satu hari satu malam dan paling lama 15 hari. Jika sahabat muslimah mengalami pendarahan kurang atau lebih dari waktu tersebut, maka pendarahan tersebut tidak digolongkan sebagai darah haid. Sehingga tidak ada kewajiban mandi besar serta tetap berkewajiban menjalankan sholat 5 waktu.

Seorang wanita yang mengalami pendarahan di luar waktu haid disebut istihadloh. Kemungkinan besar seorang wanita yang waktu haidnya tidak teratur atau sering mengalami istihadloh mengalami gangguan medis tertentu. Gangguan ini dapat menyerang serviks alias rahim, namun tidak menutup peluang bagian tubuh lain yang mengalami kerusakan fungsi kerja.

Islam telah mengetahui manfaat haid bagi wanita dan karenanya memiliki hukum tertentu untuk mengatur permasalahan haid pada wanita. Sahabat muslimah harus memahami setiap arti dari warna dan tekstur darah yang keluar. Kemampuan mengenali ini dapat mencegah kemungkinan perempuan terserang penyakit kronis yang dapat membahayakan nyawa wanita itu sendiri.

Mengenali Darah Haid

Sahabat muslimah wajib mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan haid. Pedoman ini akan memperkecil peluang penyakit yang diderita. Pengenalan ini bermula dari mengetahui ciri dan arti dari jenis darah yang keluar. Apakah darah haid kental dan berbau atau cair dengan warna hitam, ternyata semuanya memiliki arti yang berhubungan dengan kondisi fisik – psikologis wanita itu sendiri. Berikut adalah arti warna dan tekstur haid pada wanita beserta artinya.

  1. Tekstur

Hal pertama yang sangat mudah dikenali adalah tekstur darah. Sama seperti darah yang dikeluarkan melalui proses bekam, darah haid alami wanita bertekstur sama semacam itu. Apabila darah yang dikeluarkan lancar, cair dan merah segar itu artinya sahabat muslimah baik-baik saja, tetapi jika darah yang dikeluarkan berupa gumpalan merah pucat maka kita sudah patut waspada. Lebih lengkapnya, silahkan dipelajari ciri berikut.

  • Cair – tipis :

Darah alami yang umumnya keluar dari kemaluan wanita sehat atau wanita sakit yang mulai pulih. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

  • Kenyal – licin :

Tidak usah terlalu bingung apabila darah haid yang keluar mulai berbentuk seperti jelly. Kenyal dan licin yang ada pada darah disebabkan oleh proses pengeluaran darah yang telah bersinggungan dengan lendir-lendir pada kemaluan (qubul) yang kemudian lendir tersebut ikut keluar bersama darah.

  • Gumpalan jaringan warna abu-abu :

Sangat disayangkan, seorang wanita yang sedang hamil memiliki resiko mengalami haid dengan tekstur darah seperti ini. Gumpalan jaringan yang keabu-abuan ternyata hanya terjadi pada wanita hamil yang mengalami keguguran alami atau sengaja digugurkan (aborsi).

  • Banyak gumpalan :

Gumpalan yang dimaksud yaitu hampir seluruh darah yang keluar dalam kondisi menggumpal. Waktu keluarnya pun lebih lama dari biasanya. Jika sahabat muslimah mengalami haid seperti ini, lebih baik segera periksakan diri ke tenaga medis agar tidak terlambat penanganannya. Sahabat mungkin saja mempunyai tumor jinak yang terus bertumbuh. Tumor ini biasanya bertempat di dalam rahim, karenanya ia mempengaruhi tekstur darah haid yang keluar secara tidak normal.

  • Gumpalan Tebal

Darah haid yang menggumpal tebal juga patut dipertanyakan. Meskipun ia keluar dalam waktu yang wajar, namun jika peristiwa ini terjadi terus menerus dan hampir menjadi kebiasaan, ada baiknya sahabat muslimah memeriksakan kesehatan ke bidan atau tenaga medis lain. Kemungkinan ada fungsi anggota tubuh yang terganggu kerjanya.

  1. Warna Darah

Selain dilihat dari segi tekstur, kesehatan haid dapat dipantau melalui warna darah yang keluar. Ternyata tidak semua wanita yang haid warna darahnya selalu merah segar. Semua warna darah memiliki arti tertentu sebagai berikut :

  • Merah Segar

Merah segar dan warnanya terang menjadi penanda sehatnya tubuh seorang wanita. Darah kotor yang dikeluarkannya normal dan lancar, sehingga anda patut bersyukur dengan karunia-Nya. Biasanya sih sahabat muslimah memiliki warna darah segar ini saat awal masa haid.

  • Coklat – Hitam

Kebalikan dari warna darah merah segar, warna darah yang tua dan gelap umumnya akan keluar bila seorang wanita sudah berada di masa akhir siklus haid. Namun keluarnya warna gelap pada darah sangat normal.

  • Oranye

Sangat aneh memang jika wanita mengeluarkan darah haid berwarna oranye. Namun kejadian ini benar-benar terjadi pada wanita yang mengalami permasalahan dengan serviksnya. Jadi, pada wanita normal yang sehat, tidak akan mengalami siklus haid dengan darah berwarna oranye.

  • Merah Gelap

Warna darah yang merah gelap juga masih termasuk normal. Sahabat muslimah tidak perlu khawatir dengan pekatnya darah. Biasanya, darah yang keluar dalam kondisi gelap adalah darah yang telah mengendap di rahim dalam beberapa waktu dan baru bisa keluar saat lelah di tubuh kita berhenti, tepatnya ketika bangun tidur malam.

  • Kuning

Warna semacam ini sulit dibedakan dengan keputihan yang mengeluarkan cairan berwarna putih kental atau kuning keruh. Warna ini sering mengecohkan sahabat muslimah untuk terus melaksanakan sholat atau tidak. Namun Islam menjawabnya dengan bijak seperti dalam hadits yang bersumber dari Aisyah ra.

Dahulu ada serombongan istri sahabat Rasul yang mendatangi beliau dengan maksud menanyakan arti cairan kekuningan pada sebuah kain yang dilipat. Jawaban dari sayyidatina adalah “Janganlah kamu kamu tergesa-gesa (mandi wajib) sehinggalah kamu melihat seperti kapur putih”. (Riwayat Imam al-Bukhari).

Sesuai dengan hadits di atas, maka lebih baik sahabat muslimah menunggu dulu beberapa waktu hingga tidak ada darah atau cairan kekuningan apapun yang keluar dari qubul (kemaluan). Pada waktu itulah, sahabat muslimah wajib mandi besar.

  1. Jumlah Darah

Darah haid yang normal keluar dalam masa haid (1-15 hari) dengan jumlah 4-12 sendok teh. Namun mungkin saja seorang wanita muslimah mengeluarkan darah lebih banyak dari jumlah di atas. Apabila sahabat mengeluarkan darah dengan jumlah di luar kenormalan tersebut secara terus menerus, tidak ada salahnya jika memeriksakan diri ke dokter.

Satu hal lagi yang membedakan darah haid dan istihadlah. Yaitu terletak pada kekentalan dan baunya. Darah haid bersifat kental dan berbau amis sedikit menyengat, sementara darah istihadlah cair dan tidak berbau.

Comment Closed: Arti Warna Darah Haid dalam Islam

Sorry, comment are closed for this post.