Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Akhwat Jatuh Cinta

Akhwat Jatuh Cinta

(140 Views) March 7, 2017 2:54 am | Published by | Comments Off on Akhwat Jatuh Cinta

Saat usia wanita sudah menginjak 20 tahun, tentunya pertanyaan pernikahan atau pacaran sangat deras mengalir. Tentunya hal ini tanpa alasan. Pada dasarnya, budaya Indonesia memang menyarankan wanita untuk menikah pada masa itu. Bahkan hormone untuk mengagumi dan mencintai mengalir deras pada masa ini. Jika ini berkenaan dengan seorang pria, biasanya hal ini akan dipermudah karena mereka percaya diri untuk menyatakannya dan juga budaya mengumumkan pria untuk mengutarakan isi hati kepada lawan jenis. Tapi, bagaimana jika akhwat jatuh cinta, apa yang harus dilakukan?

Menahan Nafsu

Dipungkiri atau tidak, memang sudah menjadi kodratnya bila akhwat jatuh cinta. Namun, sebagai akhwat yang menjunjung tinggi sunnah rasul dan sabda Ilahi, tentunya kita mempunyai cara yang berbeda. Tidak sekedar mengumbar nafsu. Lalu, apakah kita juga harus mengutarakannya seperti laiknya pria? Berbekal dengan budaya ketimuran, maka seorang wanita ada baiknya wanita harus menunggu. Dalam masa penantian, akhwat yang sedang kasmaran lebih baik memanjatkan doa kepada Allah supaya didekatkan jodohnya. Jika pasangan yang diseja memang jodoh yang tercatat dalam lauhul mahfudh, maka dia akan mendatangi kita. Sebaliknya, seberapa pun kerasnya kita berusaha supaya lawan jenis tertarik, semua hanya akan diakhiri dengan kegagalan. Tendensinya, nafsu yang telah menguasai diri kita, hal itu hanya akan melunturkan harga diri dan juga nilai-nilai kewanitaan kita.

Kedua, akhwat jatuh cinta harus berani berkonsultasi dengan orang ketiga. Semisal orang tua, pak ustadz dan juga ustadzah (murabbiyah). Kedua golongan orang tersebut tentunya berfikir akan kebaikan kita. Mereka tidak asal mengenalkan kita dengan orang lain tanpa background yang tidak jelas. Adapun pak ustadz dan ustadzah, mereka mempunyai murid kesayangan. Bukan karena sifatnya yang baik, tapi juga keilmuan yang mumpuni. Ukhti yang jatuh cinta pun akan mengalami pesona cinta penuh keseriusan.

Dipertemukan jodoh dengan cara demikian, tentu saja terasa lebih melegakan daripada menjalin hubungan dengan pacaran yang belum tentu mendapatkan keseriusan. Karena pria yang paling romantis adalah mereka yang berani menyatakan sumpah setia dihadapan penghulu, orang tua, dan saksi dengan ijab qobul. Bukan pemuda yang mengumbar cinta dengan rayuan ‘bapak kamu..’. Ketiga, akhwat jatuh cinta lebih baik bercermin pada diri sendiri. Allah telah menjanjikan bahwa perempuan yang baik hanya untuk pria yang baik pula.

Pribadi yang baik untuk yang terbaik

Sabda Allah adalah kemutlakan dan kebenaran pasti. Dengan menjaga dan meningkatkan kualitas pribadi, maka akhwat akan mendapatkan jodoh yang sesuai dengan kualitas pribadinya. Keempat, akhwat yang dirundung cinta bisa mengikuti biro jodoh. Pada masa kini, telah banyak biro jodoh yang berlandaskan sariat islami. Berbeda biro jodoh konvensional, akhwat jatuh cinta dapat terhindar dari pria hidung belang. Hanya ingin memainkan hati perempuan dan menjajal seberapa hebat rayuannya merobohkan hati perempuan untuk dipatahkan.

Caranya, kita mendaftarkan diri dengan memberikan background jati diri. Kemudian, perjodohan ini dilanjutkan dengan adab islami yang jauh dari kesan pelecehan terhadap wanita. Sang wanita dapat memilih untuk nge-date terlebih dahulu sebelaum melanjutkan atau memutuskan hubungan. Soal keputusannya pun dapat dibantu oleh biro jodoh. Kedua belah pihak akan memberikan ulasan mengenai kesan pertama bertemu dan memberikan keputusan. Jika akhwat jatuh cinta ingin mencobanya, Rumah Ta’aruf dan Klub Ummi Bahagia merupakan rekomendasi biro jodoh terbaik. Ulasan tentang mereka pun bernilai positif dimata pada penggunanya.

Incoming search terms:

Tags: ,
Categorised in:

Comment Closed: Akhwat Jatuh Cinta

Sorry, comment are closed for this post.