Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Akhwat Cari Jodoh

Akhwat Cari Jodoh

(197 Views) March 5, 2017 2:42 am | Published by | Comments Off on Akhwat Cari Jodoh

Akhwat cari jodoh? Sepertinya hal ini tabu terdengar dan terkesan lucu. Maklum saja, sebenarnya akhwat bukan mencari jodoh. Bagiku, akhwat seharusnya dipertemukan dengan jodoh, seperti Adam yang dipertemukan dengan Hawa. Mencari jodoh, tidak semata-mata berdasar pada hasrat purba manusia belaka, tapi juga diniati untuk menyempurnakan agama. Lagi pula, kodrat manusia diciptakan berpasang-pasang bukan hanya saling berinteraksi, tapi juga membangun harmoni dan juga mempertahankan keberadaan manusia itu sendiri dengan melahirkan generasi baru.

Janji Ilahi

Untuk akhwat cari jodoh jangan khawatir. Semua telah ditakdirkan sesuai masanya. Seperti termaktub dalam surat An-Nur ayat 1, “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. Dalam mencari jodoh, akhwat bukanlah wanita biasa. Kita tidak mengedepankan hawa nafsu dan gelimang pernak-pernik keromantisan semu.

Empat kriteria pasangan

Pada dasarnya, untuk mencari jodoh bagi akhwat haruslah mengikuti empat kriteria dari Baginda Rosullah Muhammad. Pertama, pria atau pria yang berparas cantik. Soal yang satu ini memang terasa subyektif, namun kita tetap mempercayai bahwa manusia adalah cipataan Allah yang paling mulia. Bisa juga dibilang sebagai masterpiece. Sehingga, paras nan cantik atau tampan hanyalah hiasan belaka. Yang paling penting , jodoh tersebut mempunyai kelakuan yang baik dan mulia sesuai dengan syariat. Kedua, akhwat cari jodoh dengan cara melihat dari sisi keturunan atau keluarganya. Hal ini tidak terlepas dari harapan bahwa seseorang yang lahir dari keluarga yang baik, akan memberikan keturunan yang baik pula.

Ketiga, akhwat cari jodoh berdasarkan harta pasangannya. Kriteria ini bagi sebagian orang nyatanya nampak matrealistis. Hanya mementingkan harta benda dari pada ketulusan cinta. Namun pada dasarnya, harta yang melimpah ini dapat menjadi jalan menuju ridho Illahi. Bukankah banyak sahabat Nabi yang kaya dan mendermakan hartanya bagi umat? Sebut saja Utsman bin Affan atau Siti Khadijah. Terakhir, akhwat pencari jodoh haruslah melihat dari sisi agama. Kriteria ini yang paling penting dari ketiganya. Bahkan terdapat sabda pula yang intinya, jika ketiga kriteria tersebut tidak dapat terpenuhi dari seseorang yang kita inginkan, islam adalah kriteria yang mewakili seluruhnya.

Berkaca pada diri

Bagi akhwat cari jodoh, kita harus menerapkan beberapa ikhtiyar. Pertama, berdoa kepada Allah. Tentunya kita mengetahui bahwa jodoh di tangan Allah. Bagaimana bisa mendapatkan belahan jiwa jika tidak meminta ijin pada-Nya. Untuk waktu yang paling tepat, akhwat yang mencari pasangan hidup sebaiknya menyisihkan waktu seperempat malam untuk bermunajah dan juga sholat tahajud. Imam Syafi’I pernah menyatakan dalam diwan atau puisi miliknya, bahwa sholat tahajud seumpama anak panah yang melesat arah tujuan.

Kedua, akhwat cari jodoh harusnya memperhatikan kelakuan dan pergaulan. Mengingat, jodoh adalah cerminan diri, jika kita tidak mempunyai kualitas yang sama dengannya, maka mendapatkan jodoh impian hanyalah mimpi belaka. Ketiga, meminta tolong kepada orang tua. Dengan membawa orang tua dalam hal ini, tentunya akan memantapkan hati pasangan kita kelak. Ini adalah tanda pengakuan bahwa kita bukan semata-mata untuk pacaran, tapi memang berniat untuk membangun rumah tangga.

Tags:
Categorised in:

Comment Closed: Akhwat Cari Jodoh

Sorry, comment are closed for this post.