Menu Click to open Menus
Home » Kajian » 6 Cara Mencegah Berghibah dan Manfaatnya

6 Cara Mencegah Berghibah dan Manfaatnya

(193 Views) February 27, 2017 7:16 am | Published by | Comments Off on 6 Cara Mencegah Berghibah dan Manfaatnya

Ghibah merupakan salah satu tindakan tercela. Memberitahukan cacat saudara atau aibnya kepada orang lain di belakang yang bersangkutan tentunya akan membuat jengkel. Pada akhirnya memicu pertengkaran dan gap antara 2 pihak tersebut. Saking tercelanya perbuatan ini, Allah menganalogikan ghibah dengan tindakan memakan bangkai saudara sendiri.

Ada banyak faktor yang memicu suburnya ghibah di kalangan masyarakat. Kemudahan berkomunikasi jarak dekat-jauh, kurangnya pengetahuan ilmua agama dan sifat-sifat manusia modern yang memang individualis turut menyumbang kebiasaan menggunjing orang lain di masyarakat.

Ada banyak pembelaan yang biasanya dilakukan kaum wanita. Karenanya para sahabat muslimah harus lebih berhati-hati lagi dalam bergaul, ya. Pembelaan yang paling sering dilontarkan adalah karena yang dibicarakan fakta. Meskipun memang terjadi di kenyataan, seharusnya kita sebagai saudara muslim dapat memperingatkan langsung agar ia tidak mengulangi perbuatannya atau menjaga aibnya. Kecuali jika kejahatan yang dilakukan orang tersebut sudah sangat membahayakan ummat.

Ghibah memang sangat asyik dilakukan. Apalagi jika sedang kumpul bareng temen-temen sahabat muslimah sendiri yang juga sama-sama kehabisan bahan obrolan. Ada banyak sisi kehidupan orang lain yang menarik untuk dipelajari. Sayangnya, kebanyakan perbincangan yang menjurus ke ghibah banyak yang kurang bermanfaat daripada mengambil ibrah (pelajaran) dari suatu kisah.

Allah sendirilah yang akan membalas kejinya ghibah. Memang ada baiknya kita menghindari ghibah. Akan tetapi, sulit juga menjadi berbeda di antara teman-teman yang sedang berkerumun lalu kita keluar dari obrolan santai itu karena tidak ingin terlibat ghibah. Belum lagi kalau dikatai sok suci karena sikap kita yang cenderung idealis. Tidak semua sahabat muslimah kuat menahan diri dari pergaulan pada umumnya.

Walaupun berat, namun semua hal yang dilandasi niat kuat pasti ditunjukkan jalannya oleh Allah SWT. Begitu pun dengan niat baik kita menghindari ghibah yang tidak perlu (sebagian ghibah diperbolehkan dengan tujuan tertentu). Berikut ini adalah tips menghindari ghibah yang dapat sahabat muslimah coba.

  1. Sadar Diri

Pertama kali yang harus dilakukan sebelum berghibah lama adalah sadar diri. Orang lain mungkin melakukan kejahatan atau tindakan amoral yang merugikan. Sahabat muslimah heran bagaimana mungkin ada manusia yang bisa melakukan tindakan semacam itu. Boleh saja kita memiliki rasa heran, namun jangan sampai terpancing hingga kita lupa dengan kemungkinan kita sendiri melakukan tindakan sehina orang lain.

Setiap orang memiliki potensi menjadi jahat dan bejat. Tetapi agama dan pengetahuannyalah yang selalu menyelamatkan agar ia tidak lebih hina dari hewan. Sejatinya suatra hati manusia menginginkan kita menjadi manusia yang taat dengan perintah Allah SWT. Namun peperangan nafsu mahmudah dan mazmumah tidak akan pernah berakhir. Karenanya kita harus sadar diri kalau kita juga belum sepenuhnya baik. Sehingga kita dapat mengendalikan mulut.

Bayangkan saja kalau kita sedang berghibah. Kita adalah orang yang sedang dipergunjingkan. Teman-teman kita menertawakan nasib kita di belakang kita, namun berbuat baik di depan kita. Betapa mirisnya menjadi bahan pembicaraan orang lain. Apalagi jika orang yang membicarakan belum mengenal kita dengan baik. Ia begitu saja langsung percaya dengan kabar burung yang beredar.

  1. Mengisi waktu luang dengan kesibukan.

            Sebagian besar orang yang memiliki kesempatan melakukan ghibah adalah orang-orang yang waktu luangnya tersisa banyak. Mereka yang dalam hidupnya belum memiliki kejelasan visi lebih mudah tergoda untuk berghibah. Bagi mereka yang sudah terbiasa menjalani hidup dengan jadwal-jadwal tertentu, fokus pada target-target yang dibuat akan membuat orang lebih tegas menolak ajakan berghibah.

  1. Bergaul dengan orang-orang baik.

Sebuah hadits nabi mengatakan jika kita berteman dengan pandai besi maka tubuh kita akan ikut berbau asap dan hangus. Sementara kalau kita berteman baik dengan penjual minyak wangi, tubuh kita akan harum semerbak. Itulah teman baik. Keberadaannya menyumbang sebagian dari perilaku kita.

Baik disadari atau tidak, orang yang bergaul dengan orang-orang sholeh lama kelamaan akan gemar berbuat baik. Sementara yang terlanjur nyaman berteman dengan orang-orang malas dengan kebiasan-kebiasaan buruk seperti menggunjing akan ikut terbawa arusnya juga.

Tidak semua orang dikaruniai hidayah berupa iman. Tidak semua sahabat muslimah dapat melaksanakan ketentuan-Nya dengan mudah. Karenanya, sebagai sesama muslim kita arus saling hormat menghormati, nasehat menasehati agar menetapi kesabaran. Itulah ummat muslim. Taat bersama mengajak saudaranya untuk mendapatkan surga.

  1. Mendekatkan diri pada Allah SWT

            Untuk lebih menguatkan iman kita dan diri sendiri agar tetap tegak menaati-Nya, kita harus lebih mendekatkan diri pada Allah SWT. Memang tidak semua orang bisa mendapatkan hidayah. Namun sebenarnya perolehan hidayah diusahakan oleh diri sendiri. Bukan hanya menunggu Allah SWT mengaruniai hidayah secara mendadak.

Dengan cara memperbanyak dzikrullah, mengaji Al Qur’an beserta maknanya, menegakkan sholat 5 waktu merupakan beberapa kegiatan yang dapat menguatkan keimanan kita. Insyaallah dengan itu semua kita sebagai muslimah selalu dilindungi Allah dari perilaku-perilaku buruk yang dianggap biasa.

  1. Berpikir sebelum mengghibah

            Ini dia yang sangat realistis dilakukan muslimah atau non muslimah. Memikirkan kira-kira dampak dari perkataan kita, membayangkan reaksi orang yang kehidupannya dijadikan bahan pembicaraan sampai memposisikan diri di semua pihak yang terlibat dalam perghibahan. Tindakan ini disebut juga empati.

Jangan sesekali dengan entengnya menertawakan kehidupan saudara muslim yang lain. Baik ia berbuat nista maupun saudara yang sedang tertimpa musibah. Belum tentu juga jika kita ada di posisinya dapat bertahan sekuat dia yang sekarang diperbincangkan. Jadi berpikirlah dahulu sebelum melakukan ghibah yang mungkin akan menyakiti pihak tertentu.

Manfaat Menghindari Ghibah

Sebagai salah satu tindakan yang disuruh Allah SWT, pastinya menghindari ghibah memiliki manfaat yang tidak kecil. Berikut ini merupakan beberapa manfaat menghindari ghibah yang dapat menjadi pemacu semangat menghentikan kebiasaan buruk tersebut.

Ada banyak aktivitas di dunia ini yang menghambat progress hidup sahabat muslimah. Salah satunya adalah kegiatan-kegiatan kurang bermanfaat yang menjadi pembunuh waktu luang. Andaikan saja waktu luang tersebut dihabiskan dengan berdiskusi tentang agama atau problem ummat, tentu lebih berharga dibanding melakukan ghibah yang asal kabarnya belum dipastikan benar.

  • Damai

Bagaimanapun juga, mengghibahkan teman sendiri –apalagi sahabat- akan memicu pertengkaran kecil. Bahkan bagi beberapa orang dengan karakter yang sensitif dan keras, mengetahui dirinya dijadikan bahan  perbincangan oleh temannya sendiri merupakan suatu pengkhianatan. Akibatnya timbullah rasa sebal kepada teman yang mengghibahnya. Karena itulah damai selalu meliputi orang-orang yang tidak terlalu ikut campur dengan kehidupan orang lain.

Orang yang menghindari ghibah akan lebih tinggi kredibilitasnya di hadapan masyarakat. Tindakan ini pula yang mengamankan diri sahabat muslimah dari tuduhan-tuduhan fitnah memfitnah yang keji. Allah sendiri lebih menyukai kita menutupi aib orang muslim yang lain daripada mengumbarnya. Maka sudah pasti kita akan mendapatkan ridha Allah SWT di setiap perjalanan hidup.

Comment Closed: 6 Cara Mencegah Berghibah dan Manfaatnya

Sorry, comment are closed for this post.