Menu Click to open Menus
Home » Kajian » 5 Penyebab Turunnya Rezeki

5 Penyebab Turunnya Rezeki

(238 Views) February 22, 2017 1:19 am | Published by | Comments Off on 5 Penyebab Turunnya Rezeki

Apa yang sahabat muslimah ketahui tentang rezeki ?. Kenikmatan yang diberikan Allah SWT kepada makhluk-makhluknya melalui malaikat Mikail. Malaikat ini tidak memiliki nafsu sama sekali. Sehingga malaikat Mikail dapat membagikan rezeki kepada makhluk yang ada di bumi tanpa mengambil sedikitpun hak manusia.

Rezeki yang dikaruniakan kepada manusia tidak hanya berbentuk harta dan kemampuan finansial saja. Jodoh, kejujuran hati, bahkan anak juga termasuk ke dalam rezeki. Pada intinya, rezeki adalah hal yang dapat menambah kebahagiaan kita. Setiap disyukuri, rezeki kecil pun akan terasa besar dan sudah terlalu banyak. Namun jika dicari kekurangan yang kemudian dijadikan bahan keluhan, rezeki sebesar apapun pasti akan terasa masih sedikit.

Berbicara mengenai rezeki, setiap manusia memiliki sifat alamiah yang menginginkan rezeki dalam jumlah besar. Bentuknya bermacam-macam dimulai dari harta yang digenggam hingga kebahagiaan. Rezeki yang diberi oleh Allah kadang tertunda dan kadang datang dalam jumlah besar pada saat yang dibutuhkan. Lalu jika kita merasa sudah sangat membutuhkan rezeki dari Allah, hal apa saja yang bisa kita lakukan ? simak penyebab turunnya rezeki berikut ini.

  1. Bertaqwa

Apakah sahabat muslimah seorang muslim yang mempercayai sifat-sifat wajib Allah ?. Jika sahabat menjawab ya, maka sahabat muslimah akan meyakini kebenaran setiap firman-Nya. Rupanya tidak mudah mempercayai sepenuhnya firman Allah. Namun hal tersebut dapat disugestikan terus menerus kepada diri sendiri.

Percayalah kepada setiap janji Allah. Janji ini diberitahukan Allah kepada manusia melalui kitab suci Al Qur’an yang kebenaran dan keasliannya terus dijaga sampai dunia ini kiamat. Di dalam sebuah surat Al Qur’an, Allah SWT telah berjanji untuk memberikan rezeki kepada manusia.

“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.Dan memberinya rezki dari arah yang tidada disangka-sangkanya.”(At Thalaq 2-3).

Sayangnya, taqwa bukan merupakan hal yang mudah diterapkan. Ketaqwaan berarti secara sukarela melaksanakan setiap perintah Allah SWT sekaligus menjauhi larangan-Nya. Wajarnya, di zaman yang serba canggih ini justru godaan untuk membuat manusia jauh dari makna ‘taqwa’ semakin besar. Sehingga satu kata tersebut sulit diwujudkan.

Dalam sebuah hadits,  Allah memberitahukan pula “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. 7:96)

Berkah memang sangat hebat fungsinya. Kita tidak perlu kaya untuk bahagia. Yang sangat kita butuhkan sebenarnya hanya berkah karena berkah dapat membuat harta yang dimiliki seseorang kelihatan banyak. Meskipun barang keberkahannya dalam jumlah yang sedikit, selalu saja cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup. Percayalah bahwa Allah tidak akan membiarkan makhluk-Nya sengsara karena mengikuti perintah-Nya.

  1. Silaturrrahmi

“Dari Abu Hurairah ra berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya maka hendaklah menyambung silaturrahim.” (HR Al Bukhari).

Hadits tersebut menguraikan kepada kita semua mengenai keutaman menyambung tali persaudaraan. Allah SWT tahu, bagi sebagian orang dengan karakter tertentu, menyambung tali silaturrahmi dengan beberapa orang dalam hidupnya menjadi sebuah beban berat. Terlebih apabila dalam sebuah hubungan pertemanan yang sudah lama pernah terjadi permusuhan.

Bagi orang-orang yang berusaha keras melapangkan hati setelah disakiti. Untuk para muslimah yang biasanya memiliki rasa gengsi tinggi demi memperbaiki keutuhan hubungan silaturrahmi dan bagi semua muslim yang tidak saling menguatkan di dalam kebaikan lebih baik dimulai menyambung kembali silaturrahminya.

Rezeki berupa kepercayaan orang lain nilainya lebih mahal daripada mendapatkan segudang uang. Melalui kepercayaan kita dapat meraih uang, namun uang tidak dapat membeli harga sebuah kepercayaan. Karena itulah apabila sebuah hubungan telah retak, salah satu pihak berusaha mengalah dan lapang dada. Saling meminta maaf dan memaafkn saja.

  1. Tobat

Kedengarannya terlalu jauh jika mengaitkan tobat dan turunnya rezeki. Percaya tidak percaya, sahabat muslimah dapat membuktikannya sendiri. Allah mengawali penerimaan tobat jika hamba berbuat dosa dan ingin memohon ampun kepada Allah SWT. Berikut adalah cantuman ayat-Nya.

“Maka aku katakan kepada mereka:”Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun” niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71:10-12)

Jadi sebuah pertobatan nasuha (sungguh-sungguh) harus dilandasi dengan kemauan yang kuat. Kemauan ini dibuktikan dengan adanya rasa menyesal melalui tangis ketika bersujud kepada Allah SWT. Hamba tersebut mengingat segala dosa yang telah dilakukannya sampai ia merasa salah.

Pertobatan yang diawali dengan membaca istighfar harus diiringi pula dengan tindakan nyata perubahan. Orang tidak dapat disebut bertobat jika di mulutnya ia beristighfar, tetapi masih terus saja melakukan kemaksiatan. Pastinya bagi orang-orang yang sungguh-sungguh dalam pertobatan akan dikaruniai rezeki yang berkah lagi halal.

  1. Tawakkal

Tawakkal merupakan suatu perbuatan yang amat berat bagi orang masa kini yang realistis. Terlalu realistis juga tidak baik karena terus mengedepankan usaha dan cenderung mengabaikan kekuatan do’a. Tetapi itulah kebanyakan sifat manusia zaman sekarang yang kurang disadari. Di dalam Al Qur’an, Allah SWT pernah berfirman.

“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. 65:3)

Setelah kita berusaha semaksimal mungkin disertai do’a hingga merasa sudah mentok ikhtiarnya. Kemudian kita merasa putus asa tiba-tiba atau merasa takut akan terjadi sesuatu yang buruk kepada kita, kita tidak dapat meraih tujuan hidup kita atau mendapatkan sesuatu yang kita inginkan. Mulai saat ini kita patut berbahagia, Allah sendiri yang menjamin tercukupinya segala kebutuhan kita asalkan kita bertawakkal kepada-Nya.

  1. Sedekah

Sebenarnya ada banyak sekali ayat Al Qur’an yang menganjurkan manusia untuk bersedekah. Secara logika memang tidak masuk akal. Namun di dalam rumus matematika sedekah, orang yang mengeluarkan hartanya dengan jumlah 6 untuk bersedekah akan mendapatkan gantinya minimal 60 atau lebih. Balasan sedekah ikhlas yang diberikan Allah dimulai 10 kali lipat atau lebih tinggi.

“Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah sebaik-baik Pemberi rezeki.” (QS. 34:39).

 

Comment Closed: 5 Penyebab Turunnya Rezeki

Sorry, comment are closed for this post.