Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Fashion » 3 Etika Berias Muslimah

3 Etika Berias Muslimah

(278 Views) February 20, 2017 12:52 am | Published by | Comments Off on 3 Etika Berias Muslimah

Kaum hawa memang diciptakan menyukai keindahan.Hampir di semua lini kehidupan, muslimah selalu berusaha tampil anggun, rapi dan cantik.Tidak ada yang dapat menekan muslimah agar tidak mencintai keindahan. Saking cintanya muslimah pada kecantikan, ia selalu berusaha merawat tubuhnya agar enak dipandang.

Bagian pertama yang menjadi sorotan orang lain adalah wajah. Bagi para perempuan muslimah, memilih riasan di wajah tidak bisa langsung menyamakan dengan perempuan yang tidak berhijab. Daerah muka yang akan dirias memiliki batasan tertentu yang dibatasi oleh aurat wanita. Jadi, muslimah harus pandai memadukan cara merias wajah standar dengan busana yang dikenakan.

Ada beberapa wanita yang sangat menyukai riasan.Beberapa diantaranya memoles mukanya hingga terlihat sangat berlebihan.Bagian-bagian tubuh yang ada di muka memang menarik. Mulai dari mata yang mencerminkan hati dengan kelengkapannya, bulu mata, kantung mata serta alis. Oleh muslimah, bagian ini dirias menggunakan eyeliner, eyebrow, atau celak alami untuk menambahkan kesan tegas yang indah.

Bagian pipi biasa diberi perona agar tampak segar dengan warna merahnya. Yang tidak dapat dilepaskan adalah bagian bibir. Setiap wanita yang suka berbicara banyak akan merasakan bantuan lip balm, lip gloss, lip glow, lip ice dan jenis pelembap bibir lainnya sangat membantu. Biasanya setelah diberi dasaran, bibir akan diberi lip stick yang memiliki banyak warna. Warna di bibir ini dapat menambahkan kesan menggoda jika perpaduannya dengan busana pas.

Sebelum memulai mengupas cara merias wajah syar’i, saya ingin mengingatkan batasan berdandan kepada sahabat muslimah. Apabila sahabat belum menikah, diniatkan saja kita berdandan agar penampilan kita nyaman di diri sendiri dan mata orang lain. Sederhananya tidak memalukan jika diajak jalan di keramaian.

Apabila sahabat musliah telah memiliki suami, ada baiknya sahabat tanyakan dulu kepada suami. Apakah sang suami ridha jika istrinya berdandan di keramaian. Jangan sampai ada kecemburuan yang dipendam diam-diam oleh suami. Naluri kaum adam selalu menyukai keindahan wanita cantik. Para suami pasti telah memahami hal itu karena mereka lelaki.Dan menjadikannya alasan kuat melarang istri berdandan di luar rumah.

Ketika muslimah telah berumah tangga, jago berdandan sudah menjadi kewajiban.Diniatkan dulu kalau kita berdandan demi kesenangan suami. Laki-laki mana yang betah di rumah jika kondisinya berantakan ? Apalagi istrinya di rumah tidak berias sama sekali. Sangat tidak enak dipandang, ujung-ujungnya suami menjadi tidak betah di rumah.Untuk mengantisipasinya, muslimah juga harus tahu cara merias wajah secara syar’i. Berikut adalah tipsnya.

  1. Memastikan Bahan

Karena bertemakan syar’i (sesuai syari’at Islam), setiap produk yang dipakai untuk badan dan make up harus berasal dari bahan halal. Kehalalan dapat memberikan jaminan kualitas serta keamanan pemakaian jangka pendek maupun panjang.

Untuk meyakinkan sahabat muslimah akan produk kosmetik yang dipakai halal atau tidak, silahkan dicek. Biasanya, produk professional yang telah terjamin oleh badan kesehatan dan kehalalan memiliki label izin yang tertera di produk. Di Indonesia, kehalalan produk ditandai dengan label ‘halal’ dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Beberapa produk kosmetik yang tidak halal akan mempengaruhi sah tidaknya ibadah yang dilakukan sahabat muslimah. Misalkan kutex yang bahan dasarnya cat kimia asli, ia bersifat menempel di kuku. Kutex itu akan menghalangi masuk dan mengalirnya air di jari-jari tangan dan kuku. Karenanya, pemakaian kutex dilarang.Begitu juga dengan bahan riasan di wajah.Perlu diwaspadai jika menggunakan produk yang bersifat anti air (water proof) atau anti luntur.

  1. Sederhana

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid. Makan dan minumlah, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (QS. Al-A‘raaf, 7: 31).

Ayat di atas menyuruh muslimah tidak berlebihan dalam berdandan.Berarti kita diperbolehkan berdandan secara wajar saja untuk menunjang penampilan.Berdandan berlebihan memang sangat menarik dan secara tidak sadar membangkitkan birahi lelaki.Karenanya Allah melarang muslimah memoles tubuh berlebihan.

  1. Tidak Melakukan yang Terlarang

Ada beberapa bagian tubuh yang mengalami pengecualian. Hukum Islam mengatur cara merawat bagian-bagian tubuh tersebut. Beberapa tindakan modern yang dianggap gaul – kekinian ternyata juga memberikan efek buruk. Agama Islam yang sempurna, turun sebelum kecanggihan ilmu tekhnologi dan telah melindungi ummatnya dengan beberapa larangan berikut :

  • Tattoo, Alis, Rambut

Merajah sama dengan menattoo. Sekarang ini tattoo menjadi trend di kalangan anak muda. Bukan hanya para lelaki yang suka merajah tubuhnya, tapi juga beberapa perempuan muslim metropolis.

Dari segi kesehatan, tattoo berbahaya bagi tubuh karena dikhawatirkan warna tinta dapat bercampur dengan darah. Percampuran ini akan memicu beberapa penyakit bagi orang yang ditattoo.

“Allah melaknat orang yang menato dan wanita yang minta ditato, wanita yang menyambung rambutnya (dengan rambut palsu), yang mencukur alis dan yang minta dicukur, serta wanita yang meregangkan (mengikir) giginya untuk kecantikan, yang merubah ciptaan Allah.” (H.R  Bukhari dan Muslim)

Dari hadits di atas, kita wajib mematuhi aturan Allah SWT.Selain merajah tubuh, wanita muslim juga dilarang mencukur alis dan memakai wig (rambut palsu) semata-mata karena alasan style dan keindahan. Berbeda hukumnya apabila orang yang melakukan hal di atas dalam kondisi sakit sehingga terpaksa melanggar. Misalkan perempuan muslim penderita kanker payudara yang kepalanya botak akibat kemoterapi. Dia boleh saja mengenakan rambut palsu untuk menutupi rasa malunya di depan umum.

Sementara itu, dalam hadits lain disebutkan “Allah melaknat penyambung rambut dan orang yang minta disambung rambutnya.” (H.R. Bukhari dan Muslim). Allah juga tidak membolehkan rambut dicat dengan warna hitam.

  • Parfum

“Setiap wanita yang menggunakan wewangian, kemudian ia keluar dan melewati sekelompok manusia agar mereka dapat mencium bau harumnya, maka ia adalah seorang pezina, dan setiap mata itu adalah pezina.” (H.R Ahmad, an-Nasa’i, dan al-Hakim dari jalan Abu Musa al-Asy‘ari radhiyallahu ‘anhu)

Beberapa bau parfum memang mengundang syahwat lelaki.Karenanya Allah melarang wanita memakainya hingga bau harumnya menyebar kemana-mana.

  • Kuku

Banyak sekali perempuan yang suka memanjangkan kukunya.Entah karena alasan kecantikan atau memang kegemaran, kuku di tangan sering lebih panjang dari jari.Padahal sebuah hadits menegaskan “Yang termasuk fitrah manusia itu ada lima(yaitu): khitan, mencukur bulu kemaluan, mencukur kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (H.R.Bukhari dan Muslim)

Comment Closed: 3 Etika Berias Muslimah

Sorry, comment are closed for this post.