Menu Click to open Menus
Home » Kajian » Fiqh Wanita » 3 Alasan Islam Melarang Pacaran

3 Alasan Islam Melarang Pacaran

(579 Views) November 8, 2016 6:48 am | Published by | Comments Off on 3 Alasan Islam Melarang Pacaran

pacaran-dalam-islamPacaran adalah suatu hubungan pra nikah yang dilakukan oleh seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk mempersiapkan keseriusan sebelum menuju pelaminan. Umumnya, sepasang kekasih yang terikat dalam hubungan pacaran melakukan hal-hal yang dapat memperkenalkan kepribadian dan privasi dari masing-masing individu. Sehingga timbullah bermacam-macam jenis pacaran, terutama di kalangan remaja.

Para remaja menjadi golongan umur yang paling banyak melakukan hubungan pacaran. Kebanyakan remaja berpacaran dalam hitungan bulan dan belum memikirkan tentang rumah tangga di masa depan. Sederhananya, pacaran hanya digunakan sebagai sarana permainan yang tidak memiliki kejelasan tujuan.

Ada beberapa pasang kekasih pacaran yang mengaku berpacaran agar lebih semangat dalam belajar atau bekerja. Ada pula yang merasa harus berpacaran agar tidak minder dengan teman-temannya yang lain karena semua teman dekatnya memiliki pacar. Namun apapun itu alasannya, Islam memiliki pandangan tegas terhadap pacaran.

Kalaupun pacaran dapat meningkatkan nilai akademik sahabat atau menambah semangat bekerja, bolehlah kita ingat-ingat lagi berapa banyak efek negatif yang diakibatkan oleh hubungan pacaran. Terutama bagi para remaja yang masih labil dan akhirnya melampiaskan kegalauannya di media sosial. Tidak selamanya pacaran selalu meningkatkan kepercayaan diri kita kan ? Tidak selalu berhasil mengusir rasa sepi kita kan ?.

Bagi para wanita yang menjalani hubungan pacaran : Tidak ada kebahagiaan sejati yang bisa didapatkan dari hubungan pacaran. Jika kita menginginkan seorang suami yang mapan, tampan dan pengertian, kita harus menjadi seorang muslimah yang pantas mendampingi lelaki berkriteria seperti itu. Mungkinkah ia mau memperistri seorang perempuan yang sudah menjadi bekas dari banyak lelaki ?.

Perempuan disebut bekas karena ketika berpacaran, tidak mungkin sepasang kekasih tidak pernah melakukan kontak fisik atau kontak intens lainnya. Kontak-kontak inilah yang sebenarnya menjadi sumber berkembangnya nafsu manusiawi yang sulit dikontrol oleh kaum muda. Dalam kasus ini, Ustadz Felix Siauw dan beberapa da’i lainnya sering menggalakkan gerakan yang mengarah ke Indonesia Tanpa Pacaran atau #UdahPutusinAja.

Di dalam Islam, tidak ada hubungan pacaran yang dituntunkan oleh Rasulullah SAW maupun nabi pendahulunya. Bahkan Islam melarang hubungan pacaran bukan untuk pengekang wanita agar terus suci hingga akadnya tiba saja.

Islam Melarang Pacaran

Ternyata Islam sebagai agama yang murni dari Allah SWT memang hadir sebagai pengangkat derajat wanita. Allah sudah tahu seberapa besar pesona wanita di mata lelaki dan bagaimana dahsyat pengaruhnya terhadap kehidupan bermasyarakat secara luas. Karena itulah, Allah memberikan batasan bagi pergaulan antar manusia berbeda jenis kelamin dengan alasan sebagai berikut :

  1. Mendekati Zina

Sebagai seorang muslim, kita paercaya seluruh permasalahan yang ada di hidup sendiri maupun kehidupan bermasyarakat pasti ada solusinya. Allah memberikan jawabannya di Al Qur’an melalui Rasulullah SAW yang berdakwah sekira 23 tahun lamanya.

Permasalahan yang tidak pernah padam sejak zaman baheula hingga zaman merdeka ialah konflik tentang dunia percintaan. Karena ada cinta yang diekpresikan secara benar kemudian memberikan rahmat, dan sisanya diluapkan sembarangan lalu menjadi bencana perzinahan. Al Qur’an pun telah memahami permasalahan ini sehingga mencantumkan banyak Firman Allah SWT yang menerangkan permasalahan zina.

Sebenarnya zina yang hakiki adalah bertemunya kedua kemaluan laki-laki dan perempuan yang belum mahram dalam kondisi saling sadar. Namun dalam perkembangannya, banyak para penda’wah yang menafsirkan zina sebagai seluruh kegiatan yang memicu nafsu syahwat. Sehingga muncullah istilah zina mata, zina tangan, zina hati dan sebagainya.

Allah secara tegas menurunkan Al Qur’an surat Al Isra’ ayat 17 :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan seburuk-buruk jalan”. (Al Isra’ [17] : 32).

Para ulama dan ahli tata bahasa Arab telah membedah ayat ini dengan sangat baik. Seorang Ulama terkemuka bernama Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di (rahimahumullah) menyatakan dengan tegas bahwa dari kata-kata yang menyusun ayat tersebut, larangan ini sangat keras membatasi manusia untuk berzina.

Apabila mendekatinya saja dilarang terang-terangan oleh Allah, pastinya ada sesuatu yang berbahaya bagi kehidupan manusia. Dan hal ini telah terbukti di sekitar kita. Ketika berpacaran yang menjadi jalan pembuka menuju perzinahan dibiasakan, kasus hamil di luar nikah, anak sekolah yang harus dikeluarkan karena hamil dan beberapa tindak kriminal yang bermotif hubungan asmara menjadi semakin banyak dan beragam.

  1. Pasti Memandang

Ada sebuah ayat dari Al Qur’an yang isinya “Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).

Dari ayat tersebut, kita bisa mengingat lagi apa saja aktivitas yang kita lakukan ketika berpacaran. Apakah ada hubungan pacaran yang tidak melakukan kontak mata ?. Hubungan ini menjadi berbahaya karena mata adalah sumber rayuan setan yang dapat menjerumuskan kita. Benar sekali jika ada ungkapan yang mengatakan cinta datang dari mata turun ke hati. Begitu pula seorang laki-laki yang memandang perempuan cantik, sangat jarang yang merasa biasa saja, begitu sebaliknya.

  1. Wanita Rugi Banyak

Tiada dosa yang lebih besar setelah syirik kepada Allah daripada meneteskan air mani dalam suatu tempat (kehormatan) yang tidak halal baginya. (QS. Al-Hijr : 44)

Ayat di atas mengingatkan kita akan balasan seorang pezina. Padahal kita tahu gaya pacaran zaman sekarang sudah sangat keterlaluan. Bahkan melakukan kissing, petting, dan sex merupakan hal yang wajar dalam sebuah hubungan asmara. Sayangnya, masyarakat tetap meletakkan perempuan yang berhasil menjaga kehormatannya pada derajat yang tinggi.

Apabila pacaran yang keterlaluan ini kebobolan, tentunya pihak wanita adalah penanggung rugi besar sendirian. Kita semua tahu bahwa yang bisa mengandung hanya wanita saja, pria tidak bisa melakukannya. Otomatis yang menanggung malu akibat hamil di luar nikah adalah perempuan. Laki-laki bisa saja lari dari tanggungjawab tanpa meninggalkan bekas. Muslimah yang baik pasti akan selalu mengingat ayat di bawah ini setiap merasa bimbang dengan godaan.

“Katakanlah kepada laki-laki mukmin hendaklah mereka memalingkan pandangan mereka (dari yang haram) dan menjaga kehormatan mereka dan katakanlah kepada kaum wanita hendaklah mereka meredupkan mata mereka dari yang haram dan menjaga kehormatan mereka (An-Nur : 30-31).

Kebanyakan hubungan pacaran berakhir dengan putus yang kemudian mengganggu kehidupan pribadi salah satu atau kedu belah pihak. Pada akhirnya, kebanyakan pasangan yang lahir dari hubungan pacaran justru saling menyakiti. Itulah 3 alasan mengapa agama Islam melarang seorang wanita menjalin hubungan pra nikah dengan lelaki yang bukan mahramnya dalam ikatan pernikahan. Begitulah Islam menjadi agama yang memperhatikan kelangsungan hidup manusia hingga detail ke dalam urusan pribadi. Semoga kita semua dapat mengambil hikmahnya.

Comment Closed: 3 Alasan Islam Melarang Pacaran

Sorry, comment are closed for this post.